oleh

Zona Hijau, Lembata Terapkan KBM Dengan Syarat

-Daerah-11 views

Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur bersama Wakil Bupati Thomas Ola Langoday

Lewoleba,teras-ntt.com — Hingga saat ini Kabupaten Lembata terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran covid-19 agar tetap dalam zona hijau. Salah satu isyarat Pemerintah Pemerintah bagi daerah yang masuk kategori zona hijau kembali menerapkan sistem tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah pada setiap jenjang pendidikan pada Tahun ajaran baru ini.

Demi menjaga kestabilan dan keselamatan dalam kegiatan belajar mengajar ini, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengeluarkan surat edarannya yang merujuk pada surat edaran Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan Dan Olahraga Kabupaten Lembata  No. TUK. 420/ 1336 / DPKO / VII / 2020 tentang panduan penyelengaraan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tanggal 10 Juli 2020.

Dalam edaran tertanggal, Jumat (10/7/2020) Bupati Sunur menegaskan, bahwa Kabupaten Lembata berada dalam zona hijau, maka semua satuan pendidikan yang berada pada zona hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka setalah mendapat ijin dari Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya dan persetujuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata.

Yentji Subur mengatakan, kegiatan tatap muka pada tataran pendidikan berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 01/KB/2020, Nomor: 516 Tahun 2020, Nomor: HK. 03.01/Menkes/363/2020, Nomor: 440-882 tentang panduan penyelengaraan Pembelajaran Tahun 2020/2021 dan Tahun Akademik Tahun 2021 di masa transisi pandemi Covid-19.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lembata sesuai dengan kewenangannya pada zona Hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan secara bertahap selama masa transisi bagi satuan pendidikan yang sudah memenuhi pengisian daftar periksa seperti ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan toilet, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitazer) dan disinfektan.

Dalam surat edaran tersebut juga dituangkan syarat harus dipatuhi pihak sekolah, yakni pertama, kepala Satuan Pendidikan di semua jenjang wajib membentuk Satuan Tugas dengan melibatkan orang tua/wali peserta didik dalam tim Pembelajaran, Psikososial, tata ruang, tim kesehatan, kebersihan dan keamanan serta tim pelatihan dan humas.

Kedua, pembelajaran tatap muka di dilaksanakan melalui 2 (dua) fase

Ketiga, masa transisi berlangsung selama 2 (dua) bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan, jadwal pembelajaran mengenai jumlah hari dalam seminggu dan jumlah jam belajar setiap hari dilakukan dengan pembagian rombongan belajar (shift) 50 % yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

Keempat, masa kebiasaan baru setelah masa transisi selesai apabila Kabupaten Lembata tetap dikategorikan sebagai zona hijau, maka satuan pendidikan masuk dalam masa kebiasaan baru.

Kelima, proses pembelajaran tatap muka disatuan pendidikan untuk jenjang SMP / SMP SATAP / MTs / Paket B, dan Paket C paling cepat dilaksanakan pada bulan Juli 2020. Untuk jenjang SD / MI, Paket A pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan paling cepat bulan September 2020, jenjang PAUD Formal dan Non Formal pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan paling cepat bulan Nopember 2020, setelah semua satuan pendidikan dapat mempresentasikan waktu pembelajaran, kondisi kelas, jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka, dan pembagian rombongan belajar (shift), perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan, kondisi medis warga satuan pendidikan, kantin, kegiatan olahraga dan ekstra kulikuler, kegiatan selain pembelajaran.

Keenam, dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan ruang kelas untuk melaksanakan system klas sift dengan kuota 50 % dari kuota ideal 1 rombongan belajar pada situasi normal dan untuk menghindari rasa jenuh peserta didik pihak sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di luar ruangan seperti di pantai, di alam terbuka dan lain-lain, dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan Covid 19.

Ketujuh, Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lembata akan melakukan evaluasi terhadap semua unsur sebagaimana tersebut pada point 3, 4, 5, dan 6 di atas untuk memberikan persetujuan satuan pendidikan dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

Kedelapan, terhadap semua satuan pendidikan yang belum memenuhi syarat pembelajaran tatap muka tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar sebagaimana Surat Edaran Bupati Lembata Nomor: TUK.421/1024/PKO/V/2020 tanggal 29 Mei 2020 tentang Perpanjangan Waktu Masa Pemindahan Proses Kegiatan Belajar Mengajar Dari Rumah.

Kesembilan, dalam pelaksanaan proses pembelajaran sesuai Surat Edaran ini, setiap satuan pendidikan wajib berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lembata dan membuat laporan kegiatan secara berkala.

Kesepuluh, para kepala Satuan Pendidikan bersama Dewan Guru, Komite, agar melakukan sosialisasi terhadap orang tua siswa sehubungan dengan Kegiatan Belajar di Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kesebelas, hal – hal yang belum diatur dalam Edaran ini akan diatur lebih lanjut,” tutup Bupati Eliaser Yentji Sunur dalam edarannya.(van)

Komentar

Berita Terbaru