by

WN Taiwan kurir ekstasi di Surabaya terancam dihukum seumur hidup

Merdeka.com – Chen Yung Lin alias Chen Min Zni, seorang kurir narkoba jenis ekstasi, asal warga negara Taiwan, terancam mendapatkan hukuman seumur hidup. Sebab, terkena pasal berlapis, yakni Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang psikotropika dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang mendatangkan barang Import tanpa izin.

“Jeratan pasalnya berlapis, yakni melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang psikotropika, dan Undang Undang (UU) RI 61 ayat 1 huruf a dan b, dan UU No 5 tahun 1997, subsidair pasal 62 UU no 5 Tahun 1997, tentang mendatangkan barang Import tanpa izin, hukumannya seumur hidup,” kata Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Roginta Sirait di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (20/6).

Dalam dakwaan, kata Roginta, terdakwa Chen Yung Lin ditangkap unit Satnarkoba Polda Jatim, pada 23 Januari 2016, di Kantor Pos Jalan Kebon Rojo, Surabaya.

Saat itu Chen Yung Lin mengambil sebuah paketan yang merupakan kiriman dari Taiwan. Namun, saat baru keluar dari kantor pos, langsung ditangkap. “Polisi yang melakukan penangkapan saat itu menemukan 40 ribu butir ekstasi,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penangkapan, penyidik yang menangani menginterogasi Chen Yung Lin, agar menunjukan tempat tinggalnya selama di Indonesia. Terdakwa mengaku, kalau selama ini kos di Metro Haouse kamar 501, Jalan Dukuh Kupang Barat No 50 A, Surabaya.

Dari keterangan itu, polisi membawa Chen Yung Lin ke tempat tinggal indekosnya. Saat itu, polisi langsung melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa ekstasi yang sudah dikemas plastik.

Masing-masing kemasan itu adalah 20 ribu butir ekstasi, 6 butir ekstasi dan 42 butir ekstasi warna pink. Dari penemuan tersebut, polisi yang menangkap memberikan pasal berlapis, ancaman hukumannya bisa seumur hidup.[ang]

Comment

Berita Terbaru