Home Humaniora Wens Kopong Rayakan Karya Musik Tiga Dasawarsa di TIM Jakarta

Wens Kopong Rayakan Karya Musik Tiga Dasawarsa di TIM Jakarta

1576
0
SHARE
Foto : Istimewa

JAKARTA, Terasntt.com — Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) umumnya dan Flores Timur khususnya,  nama Wens Kopong Liat tidaklah asing. Ia merupakan musisi pop daerah yang karya – karyanya banyak beredar di seluruh NTT, bahkan Indonesia.
Banyak gubahannya sangat populer dan masih tetap didengar hingga saat ini.
Selama tiga puluh tahun ia bekerja keras untuk menelurkan buah tangan yang bisa dinikmati banyak orang.

Untuk memperingati tiga dasawarsa bergelut di musik dan ciptaannya, Wens Kopong menggelar konser musik di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (22/4/2017) mendatang. Rangkaian acara yang bertajuk “Bae Tida’ Bae, Flobamora Lebe Bae” ini mengikutsertakan sejumlah penyanyi asal Nusa Tenggara Timur, seperti Simon L. Muda dan Eva Koten.

Agenda yang dirilis, acara akan di mulai pada pukul 10:00 WIB. Sejumlah acara, seperti pesta kuliner, pameran tenun dan kerajinan tangan lainnya akan menjadi acara pembuka menyusul pagelaran budaya dan pertunjukan beberapa tarian daerah. Sedangkan acara puncak yang menghadirkan Wens Kopong dengan tembang lawasnya diperkirakan akan berlangsung menjelang pukul 18:30 sampai selesai.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Wens Kopong a.k.a WK membenarkan hal tersebut. Ia sekaligus mengaku sangat senang atas apresiasi yang diberikan selama ini oleh masyarakat NTT, khususnya Lamaholot.

” Tentu perasaan saya senang dan bahagia karena di usia karyaku yang ke-30 tahun ini, saya dan karya-karya saya tak pernah hilang di hati masyarakat,” kata Wens via pesan singkat.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan tidak sedangan dalam proses penggarapan album baru. Buruknya iklim pemasaran dan pengaruh teknologi yang kerap berujung pada pembajakan membuat ia enggan masuk ke dapur rekaman dalam tempo yang belum ditentukan.

Sementara itu, alasan pemilihan TIM sebagai lokasi berlangsungnya acara karena dinilai cukup potensial untuk promosi budaya NTT ke masyarakat luar NTT yang akan hadir pada saat pagelaran budaya dilangsungkan.

” Saya ingin mengadakan di TIM karena memang nantinya ada efek untuk promosi budaya. Biarlah itu berjalan dengan sendirinya. Ada orang dari luar NTT yang sudah menyatakan ikut hadir mau melihat budaya NTT,” ungkap WK melalui sambungan pesawat telepon. (C8K).(cos)

Berikan Komentar Anda.