oleh

Warga Nunhila Tolak Fasilitas IFAD

KUPANG, Terasntt.com – Warga Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak Kota Kupang menolak rencana Pemerintah Kota Kupang membangun fasilitas pasar ikan di atas lapangan volley yang selama ini digunakan warga setempat untuk berolahraga.
Warga beralasan, penolakan atas rencana Pemkot untuk pembangunan fasilitas pasar ikan yang dibiayai melalui program IFAD tersebut dikarenakan kekuatiran warga akan dampak yang muncul akibat pembangunan itu nantinya.
Tokoh masyarakat Nunhila, Oki M. Raja Wele bersama warga lainnya kepada wartawan, Senin (28/9/2015) menilai rencana Pemkot membangun pasar ikan di lokasi lapangan voli tidak rasional. Menurutnya, selama ini lapangan tersebut digunakan warga untuk sejumlah kegiatan baik olahraga, keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Selain itu lanjutnya, keberadaan tersebut yang nantinya berada di tengah pemukiman warga aka berdampak butuk bagi kesehatan warga.
“Ini sangat tidak rasional, bagaimana mungkin buat pasar ikan di tengah-tengah padatnya pemukiman penduduk,” katanya.
Ia mengatakan, program Pemkot tersebut cukup baik namun lokasi yang dipilih tidak tepat karena berada di tengah pemukiman warga.
“Kami bukan menolak pembangunan pasar ikan karena program pemerintah itu sangat baik, tetapi kami menolak lokasi, jadi alangkah lebih bijak kalau lokasi pasar ikan itu dipindahkan ke bawah,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemkot Kupang didesaknya menghentikan kegiatan pembangunan pasar tersebut. Ia mengancam, warga akan bertindak bila Pemkot tak menghentikan pembangunan itu.
“Saya orang tua di sini dan saya tahu benar tahu historis dari lapangan voli itu, Banyak sekali anak-anak mudah kami yang jadi orang/PNS dan berubah karena lapangan itu. Juga banyak sekali tropi dan piala baik di kantor lurah maupun gereja karena hasil dari keberadaan lapangan voli itu, dan lapangan voli ini sudah menjadi ikon dan kebangaan kami, jadi kami minta jangan sekali-kali mencaplok untuk ali fungsi,” tandasnya.
Ia mencurigai, Pemkot ngotot melaksanakan pembangunan itu lantaran pagu anggaran untuk pembangunan pasar tersebut cukup besar yakni sebesar Rp3 miliar.
“Saya pikir ini karena persoalan uang Rp3 miliar itu, karena jika jadi dibangun pasar ikan itu maka akan ada bantuan lanjutan sebesar Rp 3 Miliyar itu. Kami aman-aman saja, hanya kami menolak lokasi sekarang, jadi harap ganti lokasi,” cetusnya.
Yakob Riwu dan Benja Hede serta sejumlah warga lainnya mengingatkan Pemkot agar tidak menciptakan suasana ricuh di tengah warga dengan keberadaan pasar itu nantinya.
“Kita tidak menolak program ini, malah kami bersyukur tapi lokasinya itu yang kami tidak setuju. Kami minta untuk pihak terkait turun survey kaitannya dengan dampak lingkungan, kesehatan, keamanan dan kenyamanan warga disekitar situ kalau pasar ikan di lapangan bola voli,” kata Riwu diamini warga lainnya.(eja)

Komentar