oleh

Warga Bakutulamu, Konsumsi Air Berlumpur

ATAMBUA, Terasntt.com — Warga Desa Bakutulamu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu kesulitan air. Mereka terpaksa mengkonsumsi air berlumpur dari sebuah sumur di desa itu.
Selain berlumpur air dalam sumur itu juga digenangi dedaunan dari pohon di sekitarnya.
Pantauan Terasntt, di dusun Aihun Desa Bakutulamu, Kamis (17/09/2015), terlihat beberapa warga sedang menimba air dari sumur tersebut. Mereka menggunakan jerigen berukuran lima liter yang diikat dengan tali lalu melepasnya ke dalam sumur dan setelah terisi lalu ditarik untuk dikonsumsi.
Rensi Ut, warga setempat mengaku kesulitan air bersih dan terpaksa mengkonsumsi air berlumpur dari sumur umum setempat.
” Sejak lahir sampai sekarang kami minum air ini, biasanya orang dari kampung lain juga datang timbah air di sini, karena air di sini tidak pernah kering,” katanya.
Ut mengakui air yang dikonsumsi itu tidak kotor namun tidak ada pilihan lain. ” Soal penyakit kulit dan sakit perut akibat konsumsi air ini sudah biasa. Saya sendiri sekarang lagi sakit perut,” tegasnya.
Sementara, Mikhael Yos Mau mengatakan, air yang ada di Aihun itu sudah lama dikonsumsi warga dan tidak jarang warga menderita sakit perut, gatal – gatal dan batuk.
Menurut dia, sumur tersebut dibangun sekitar tahun 1980 an ketika ABRI masuk desa (AMD) dan sampai sekarang belum pernah di renovasi oleh pemerintah.
” Beruntung ada orang dari kesehatan yang mau datang untuk taru obat di air ini. Saya dengan masyrakat dan orang kesehatan setiap 2 bulan sekali bersihkan air ini sekaligus menabur obat. Jika keadaan air kami begini terus sama saja dengan “We suli sai,Sai ta’u.(air keluar datang, keluar Lumpur).(Ino)

Komentar