by

Walikota Ingatkan Dinkes Soal Wabah DBD 

Kupang, Terasntt.com – Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang terhadap ancaman wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus DBD saat ini cukup mengkhawatirkan.

“ Dinas Kesehatan perlu waspadai bahaya DBD yang terjadi saat ini. Terus lakukan foging dan tanggap ketika ada peristiwa DBD,” kata Jefri saat apel kesadaran Korpri lingkup Pemkot Kupang, senin, (19/2/2018)

Jefri mengatakan, apel kesadaran sangat penting karena dengan mengikuti apel maka staf dan pimpinan OPD akan sadar akan pentingnya dirinya dalam membangun daerah.

“ASN perlu Disiplin. Saya memiliki catatan tentang ASN yang tidak disiplin. Saya minta pimpinan OPD dapat  mengatur staf yang tidak disiplin,” kata Jefri.

Dalam kesempatan ini Jefri meminta ASN Kota Kupang tidak kuatir tentang jabatannya karena mutasi akan diproses secara profesional dan sesuai aturan.

ASN, pinta Jefri, perlu bekerja jujur dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan.

“Tak perlu galau dengan posisi dan jangan ancam demo di Walikota, jangan atur Walikota dalam mengukur kinerja pimpinan. Kerjakan saja tugas-tugas yang ada dengan penuh tanggung jawab,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Jefri juga mengingatkan Kadis Kebersihan akan masalah sampah yang dikeluhkan warga dan Kadis Dukcapil tentang keluhan masyarakat menyangkut pencetakan e-KTP.

“Masalah sampah yang berserakan harus bisa dibereskan. Kemudian mengenai KTP elektronik, prosesnya lama karena masalah harus segera diselesaikan karena masyarakat tidak mau tahu tentang alasan tersebut. Segera proses semua anggaran yang telah disetujui. Jangan sampai anggaran infrastruktur banyak tapi kelengkapan kantor kurang padahal dituntut kerja banyak,” tandas Jefri.

Kepada tenaga honorer atau pegawai tidak tetap (PTT), Jefri meminta agar bersabar dan tidak mempersoalkan gaji yang belum diterima. Pasalnya, SK PTT Kota Kupang hingga saat ini masih diproses dan belum sampai ke meja Walikota.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang,  Sri Wahyuningsih sebelumnya mengatakan, hingga Januari 2018, jumlah kasus DBD di Kota Kupang tercatat 60 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus terbanyak dialami anak usia 1 hingga 9 tahun.

“Jumlah kasus yang ada hingga Januari ada 60 kasus dan kebanyakan terjadi pada anak usia 1-9 tahun,” kata Sri. (raf)

Comment

Berita Terbaru