oleh

Walikota dan Wawali Ragukan Waktu 90 Hari Bangun RSUD

KUPANG, Terasntt.com — Rencana pembangunan tahap pertama RSUD SK. Lerik Kota Kupang tahun anggaran 2015 belum dimulai. Konsultan perencana, PT. Titi Matra Tujutama, Jogjakarta baru memaparkan hasilnya dan siap ditenderkan awal September 2015 dengan masa kontrak 90 hari kalender.
Hal tersebut menimbulkan keraguan bagi Walikota Jonas Salean dan Wakil Walikota Hemanus Man ketika mendengarkan pemaparan hasil perencanaan di ruang Garuda Balai Kota, lantai 2, Selasa (25/8/2015).
Kepada ketua tim perencanaan D.Anas R.A, Salean dan Man mengaukan pertanyaan seputar material dan waktu pelaksanaan yang singkat dan beresiko itu.
” Sesuai perencanaan tahap I dibangun gedung UGD di lantai I, ruang persalinan di lantai 2 dan ICU di lantai 3 ICU. Saya meragukannya, apakah waktu pelaksanaan 90 hari kerja bisa diselesaikan atau tidak. Jangan sampai dalam perjalanan macet dan akhirnya merugikan kita semua. Dari pemaparan ini gambar yang ditampilkan sangat bagus dan menarik, tapi juga saya ragu jangan sampai hasilnya nanti tidak bagus,” ujar Salen .
Selain itu juga, dia mempertanyakan soal pengadaan material yang hanya bisa disuplai dari Pulau Jawa, sementara waktu pelaksanaan sangat mepet.
Menurut dia, anggaran dialokasikan untuk pembangunan RSUD tahap pertama tersebut berasal dari dana pembantuan sebesar Rp 30 miliar yang terdiri dari pembangunan fisik sebesar Rp 28 miliar, perencanaan sebesar Rp 900 juta dan pengawasan sebesar Rp 600 juta dan untuk pembangunan tahap berikutnya masih membutuhkan dana sebesar Rp 150 miliar.
Demikian juga, Hermanus Man,
mempertanyakan soal waktu pelaksanaan 90 hari kalender karena semua material diambil dari pulau Jawa dengan perhitungan waktu musim hujan.
” Jangan sampai saat musim hujan tiba material tidak bisa diangkut dan akhirnya merugikan kontraktor dan pemerintah,” katanya.
Sebelumnya dalam pemaparan, Anas menjelaskan, bahwa sesuai hasil perencanaan menyeluruh, gedung RSUD SK. Lerik akan dibangun tiga lantai dan bertahap.
” Pembangunan tahap pertama tahun ini, kita fokuskan pada UGD bersama ruang persalinan dan ICU. Jadi Gedung UGD yang ada dibongkar sementara lainnya masih bisa tetap dipertahankan dan difungsikan untuk adminstrasi. Dan untuk proyek ini semua material bebas pemeliharaan dan umumnya material fabrikasi.
Desain tahap pertama ini harus terintegrasi dan pelaksanaannya 90 hari kalender. Kami yakin proyek ini selesai tepat waktu karena semua material berasal dari fabrikasi yang siap dipasang termasuk interiornya,” kata Anas.(mas)

Komentar