Home Humaniora Wagub NTT Siap Buka HUT Persekutuan Doa GMIT ke 15 di SoE

Wagub NTT Siap Buka HUT Persekutuan Doa GMIT ke 15 di SoE

1254
0
SHARE
foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com — Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Benny A. Litelnoni,SH,M.Si, menerima kunjungan ketua dan wakil ketua Persekutuan Do’a GMIT, Melkianus Adoe dan Nimrod Go Rinnama, Ketua Majelis Jemaat Gereja Efata, So’E, Pdt. Balandina Boru,S.Th, Pdt. Hendrik Kudji Rihi S.Th dan Ketua Panitia Penyelengara peringatan HUT Persekutuan Do’a GMIT ke 15, Marthen Saekoko di ruang kerjanya, Kamis (19/5/2016). Mereka meminta kesediaan Wagub NTT, membuka acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 15 Persekutuan Do’a GMIT lingkup Sinode, di So’E pada tanggal 15 Juni 2016 mendatang.

Menurut Melkianus Adoe, kegiatan peringatan HUT ke 15 Persekutuan Do’a itu akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 15 – 17 Juni 2016 bertempat di Gereja Efata, So’E.
Adapun sejumlah rangkaian kegiatan yang digelar diantaranya, seminar, kebaktian penyegaran iman (KPI), arahan dari Tokoh-Tokoh Kristen serta kegiatan penanaman pohon hias di halaman gereja Efata.

Sesuai rencana acara pembukaan kegiatan peringatan HUT ke 15 Persekutuan Do’a, dihadiri Ketua Sinode GMIT, DR. Merry Kolimon dan Bupati TTS, Paul VR Mella, juga dihadiri 600 orang peserta yang berasal dari kelompok persekutuan do’a di wilayah Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Sumbawa. Sedangkan untuk acara penutupan dilakukan oleh Ketua Majelis Jemaat dan ditandai dengan kebaktian rohani bersama jemaat lingkup klasis SoE.

Wagub NTT, Benny Litelnoni, menyambut baik dan menyatakan kesediaannya untuk membuka peristiwa kerohanian tersebutt.

Momentum gerejawi, kata Litelnoni, dimaksudkan untuk lebih mendekatkan tali silahturahmi antara kelompok do’a dan jemaat se-Klasis SoE demi terciptanya kedamaian dan perdamaian.

Sebab itu, lanjut Wagub, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi kepulauan dan dikenal kemajemukannya terdiri dari berbagai suku dan agama, perlu digelar barbagai kegiatan kerohanian guna memberikan pencerahan terkait bagaimana mengantisipasi bahaya isu radikalisme maupun terorisme.

Sementara itu, Marthen Saekoko, mengatakan acara tersebut dimaksudkan untuk mengakrabkan anggota persekutuan do’a GMIT yang tersebar di berbagai pulau dan berkumpul di SoE agar lewat momentum peringatan dapat saling mengenal dalam mengemban pekerjaan pelayanan Tuhan.

Terkait tempat penampungan 600 orang peserta, kata Saekoko, diatur dengan menumpang sementara di rumah jemaat dan rumah persekutuan do’a di SoE.

Seusai menerima kunjungan Ketua dan Ketua Badan Persekutuan Do’a GMIT, Melkianus Adoe dan rombongan, Wagub NTT, Benny Litelnoni, juga menerima Ketua Majelis Jemaat Syalom, Airnona, Kupang, Pdt Lusia Louk Rumlaklak,S.Th bersama Pdt. Desy Rondo Efendy,S.Th, Pdt. Flora Welvart Manafe,S.Th dan Pdt.Stefanus A. Pandie S.Th. Kunjungan tersebut meminta kesediaan Wagub Benny Litelnoni untuk memberikan sambutan dan melakukan pengguntingan pita menandai peresmian gedung gereja Syalom Airnona pada Selasa, 24 Mei 2016 petang.

Menurut Ketua Majelis Jemaat Syalom, Pdt. Lusia Louk Rumlaklak, terdapat tiga item kegiatan penting berkaitan dengan peresmian dan pentahbisan gedung gereja Syalom Airnona, yaitu pentahbisan gedung gereja, pisah sambut pendeta dari Pdt. Stefanus A. Pandie kepada Pdt. Hendrik Abineno,S.Th serta serah terima ketua majelis jemaat gereja Syalom.

Untuk diketahui, Pdt. Hendrik Abineno,S.Th, akan menggantikan posisi Pdt. Stefanus A. Pandie, yang selanjutnya mendapat tugas pelayanan baru di gereja Imanuel Oepura.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.