by

Wagub NTT Minta PMI Beri Kontribusi Nyata

KUPANG, Terasntt.com — Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Benny Alexander Litelnoni meminta agar seluruh pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) NTT memberikan kontribusi nyata dan pelayanan. PMI mengemban tugas mulia untuk mencegah dan meringankan penderitaan sesama, yang disebabkan oleh bencana atau akibat ulah manusia dan kerentanan lainnya.
” Saat ini, PMI telah memiliki gedung baru. Saya berharap, proses pelayanan kepadamasyarakat terus ditiingkatkan. Saya mengajak seluruh pengurus PMI Provinsi NTT untuk menjadi bagian dari suatu kesatuan, dalam memberi kontribusi nyata bagi pembangunan di NTT,” kata Litelnoni saat membuka kegiatan Peluncuran Program Membangun Masyarakat Aman dan Tangguh di NTT, yang diselenggarakan PMI di Hotel Neo by Aston, Jumat (7/10/2016).

Kegiatan tersebut didukung oleh Australian Red Cross.

Dalam sambutannya, Litelnoni mengatakan bahwa, berbicara PMI adalah berbicara tentang kemanusiaan.

Tugas PMI tidak membedakan agama, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan dan pandangan politik.

Program penguatan dimaksud meliputi empat wilayah di NTT, yang dinilai memiliki risiko terhadap bencana dan kesehatan tertinggi.

Keempat daerah tersebut adalah Kabupaten Belu, Manggarai, Alor dan Kota Kupang.

Untuk pelaksanaan program pengurangan resiko bencana, telah dipilih sembilan desa yang tersebar di Kabupaten Belu, Alor dan Manggarai, yang dianggap memiliki kerentanan yang cukup tinggi.

Sedangkan untuk program kesehatan, akan dilaksanakan di tujuh desa yang berada di Kabupaten Belu, Alor, Manggarai dan Kota Kupang.

Sebagian desa pelaksana program, merupakan integrasi antara program pengurangan resiko.

Litelnoni berjanji, untuk memberikan dukungan yang optimal kepada PMI kedepan yang lebih baik.

Ia berharap agar, PMI terus memberikan informasi kepada masyarakat, untuk membangun optimisme masyarakat NTT, terhadap risiko bencana dan masalah kesehatan.

“ Dukungan semua pihak sesuai dengan perannya, sangat diperlukan untuk menyukseskan program ini, terutama dukungan dari seluruh masyarakat NTT. Membangun semangat bersama dalam misi kemanusiaan, untuk mewujudkan masyarakat NTT yang lebih baik, memang sangat diperlukan. Semangat itu diperlukan, agar program ini dapat berjalan sesuai sasaran, sinergi dan ada keberlanjutan pada akhir program nanti” tegasnya.

Sementara Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Letjen.(Purn) H. Sumarsono mengatakan, bahwa program yang diluncurkan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

PMI sebagai salah-satu organisasi lini pemerintah, dituntut untuk membantu menyukseskan berbagai program, terkait penanggulangan bencana.

Lebih lanjut ia mengatakan, kehadiran program ini, dilatarbelakangi oleh beberapa alasan. Salah-satunya adalah, NTT merupakan daerah yang memiliki resiko tertinggi terhadap berbagai bencana alam di Indonesia.

Ia mengatakan, bahwa sesuai data BPBD Provinsi NTT, Januari 2015, tercatat 13 dari 21 Kabupaten/Kota di NTT, dilanda bencana alam berupa banjir, tanah longsor, puting beliung dan abrasi pantai.

Isu kesehatan pun, masih perlu mendapatkan perhatian, khususnya kesehatan ibu, anak dan nutrisi.

Demikian juga kekeringan panjang akibat El Nino ikut memperburuk situasi yang mengakibatkan gagal panen.

Hal itu berdampak terhadap sulitnya akses air dan turunnya pendapatan ekonomi masyarakat.

” Fakta penting lainnya adalah, ditemukan 58% prevalensi stunting (perlambatan pertumbuhan, dimana tinggi anak kurang dari rata-rata seusianya). 3% dari anak meninggal sebelum usia satu tahun dan 5% dari anak-anak meninggal sebelum usia lima tahun. Tingkat kematian ibu di NTT juga ditemukan lebih tinggi. Tercatat angkanya sebesar 220/100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka rata-rata Indonesia adalah 156/100.000,” katanya.

Melihat semua fakta dan kondisi tersebut, PMI bersama Palang Merah Australia (ARC) berusaha memberikan kontribusi dan dukungannya.

Program ini hadir untuk meningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, terhadap bencana dan kesehatan di masyarakat.

Dalam menjalankan program, Staf PMI akan bekerjasama dengan relawan desa, Pemerintah Daerah (BPBD, Dinkes, Dinsos dan lainnya) juga beberapa NGO. Rencananya, program ini dilaksanakan selama tiga tahun dan akan dievaluasi, untuk kelanjutannya.

“Kami dari PMI tetap mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, terutama masyarakat setempat dalam pelaksanaan program,” kata Sumarsono.

Demikian juga, Country Manager Representative Indonesia & Timor Leste, ARC, Mrs. Zahra menyatakan, kesiapan mereka untuk turut terlibat, memberikan dukungan.

Hadir pada kesempatan itu, Rombongan PMI Pusat, Ketua DPRD Kabupaten Alor, Martinus Alo Pada, Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Manggarai, Alor dan Belu, unsur TNI, POLRI, Pimpinan SKPD Provinsi NTT, Relawan PMI Provinsi NTT, Insan Pers Kota Kupang dan para Siswa SDK Donbosko Kupang.(*/mas)

Comment

Berita Terbaru