oleh

Veki : Itu Listrik Ideot Bukan Pintar

KUPANG, Terasntt.com — Aksi protes masyarakat terhadap listrik prabayar yang disebut PLN sebagai listrik pintar terus bergulir. Aksi ini mendapat tanggapan serius DPRD NTT dengan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
” Kami sudah melayangkan panggilan ke PLN untuk menghadiri RPD hari ini. Masyarakat sudah datang, namun pimpinan PLN tidak hadir dengan alasan sedang mengikuti rakor di Mataram, jadi ditunda hari Senin, 21 September 2015, pukul 9.00 wita,” tegas Wakil Ketua Komisi 4 DPRD NTT, Viktor Lerik di ruang rapat Fraksi Gerindra, Kamis (17/9/2015).
Viktor Lerik alisa Veki Lerik didampingi anggotanya, Ardi Kale Lena, tampak kecewa dan menyayangkan ketidakhadiran pihak PLN dalam agenada RDP bersama DPRD NTT.
Menurut mereka, sikap manajemen PLN mengganti meteran pasca bayar dengan prabayar merupakan bentuk perampokan terhadap hak masyarakat.
” Ini listrik ideot bukan listrik pintar karena merugikan masyarakat. Sebagian besar masyarakat mengeluh soal pemakaian pulsa meteran yang melambung tinggi. Ada yang isi pulsa Rp 100 ribu digunakan hanya dua minggu,” tegas Veki.
Demikian juga, lanjut Kale Lena, bahwa PLN telah membodohi masyarakat dan merampokan hak konsumen.
” Kenapa mutasi meteran prabayar hanya diberlakukanpada marayakat berpenghasilan rendah atau miskin saja. Coba dilihat para pengusaha besar tetap menggunakan meteran pasca bayar. Ini bentuk pembodohan terhadap masyarakat dan kami meminta PLN untuk melihat kembali program ini. Di Jakarta saja pergantian meteran tergantung pemilik, ko… di NTT dipaksakan dengan modus memutuskan rekening meteran pasca bayar sehingga otomatis dialihkan ke prabayar,” tegasnya.(mas)

Komentar