oleh

Usut Proyek Drainase di Noelbaki, Wartawan Diancam

KUPANG, Terasntt.com — Dua wartawan media online NTT Lorens Mila Dadi (NTTnews.com) dan Isak Kaesmetan (Lensantt.com) mendapat ancaman dari Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Pangalingan saat mempertanyakan proyek drainase di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang.
Keduanya diancam akan dicari orang, jika menulis tentang proyek pembangunan drainase itu di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang senilai Rp 2,4 miliar yang di protes warga setempat. “Kamu berani tulis sembarang, orang akan cari basong (kamu),” kata Lorens, mengutip ancaman Frans, Jumat, 11 September 2015.
Menurut Lorens, Kepala Cipta Karya itu naik pitam, setelah wartawan baru tentang proyek tersebut. “Baru satu pertanyaan itu. Dia (Frans) langsung marah-marah,” katanya.
Dia mengaku sudah coba menjelaskan tentang pertanyaan terkait proyek itu. Namun bukannya mendapat jawaban, justru mengelak dan menuduh wartawan tidak mengetahui tentang proyek tersebut. “Jangan tanya proyek ke saya, bukan urusan saya. Kalian hanya meraba-raba tidak mengerti soal proyek,” kata Lorens mengutip lagi pernyataan Frans.
Frans juga mengancam tidak akan mengerjakan proyek dari pemerintah di daerah tempat asal kedua wartawan itu. “Kalau begini, pekerjaan yang akan datang, kami tidak kasih ke daerah kalian,” kata Frans seperti yang dikutip lagi oleh Lorens.
Proyek Drainase di Desa Noelbaki diduga gagal perencanaan karena dalam proses pengerjaan proyek senilai Rp 2,4 miliar tersebut harus dirubah lagi lantaran adanya protes dari salah satu warga yang tidak menerima tanahnya dimanfaatkan untuk membangun drainase tersebut.(mas)

Komentar