oleh

TTS Masuk Kabupaten Miskin Ekstrim, Ini Tanggapan Ruba Banunaek

Soe, teras-ntt.com — Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) masuk kategori salah satu kabupaten miskin extrim di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut ditanggapi serius ketua Fraksi Golkar DPRD TTS Ruba Banunaek.

” Kategori kemiskinan ekstrim ini berdasarkan indikator dan semua harus terukur. Penyebabnya antara lain minimnya pembangunan infrastruktur, ekonomi dan pendidikan. Oleh karena itu kita mendorong pemerintah agar membuat kebijakan yang bisa membawa masyarakat TTS keluar dari kemiskinan itu,” kata Ruba kepada teras-ntt.com, Kamis (25/11/2021).

Sebetulnya kita sudah tahu, bahwa masyarakat TTS mengalami kemiskinan yang ekstrim. Pertanyaannya apakah kondisi kemiskinan ekstrim kami hanya menjadi komoditi atau adakah kebijakan lain dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mengatasi kemiskinan tersebut. Angka kemiskinan tinggi, apakah Dana Alokasi Umum DAU TTS lebih dari kabupaten lain ?. Ternyata tidak malah dipotong lagi. Artinya yang miskin TTS tapi pemerintah pusat menggelontorkan dana lebih besar ke kabupaten lain. Inikan lucu. okey kita punya indikator salah satunya rumah tidak layak huni, berapa banyak bantuan rumah  untuk masyarakat TTS. Berapa dana untuk infrastruktur jalan dan lainnya, semuanya normal – normal saja, bahkan DAK kita kemarin dipotong Rp 147 miliar. Artinya, bahwa kita menjadi komoditi. Kita dinyatakan masuk dalam kemiskinan ekstrim hingga Wapres datang. Apa tindak lanjutnya ?, tanya Ruba.

Untuk itu lanjutnya, kaitan dengan kemiskinan ekstrim ini pihaknya terus mendorong pemerintah agar membuat kebijakan – kebijakan yang pro rakyat untuk mengatasi kemiskinan berdasarkan 14 indikator.

Salah satunya perumahan.

” Mari kita sama – sama menjawab kalau ada 80 juta rumah yang disampaikan Wapres, misalnya  pemerintah pusat membantu membangun 50 ribu rumah itu baru bisa menjawab salah satu indikator. Dari 80 ribu rumah ini berapa intervensi pemerintah. Banyak desa juga belum terjangkau jaringan listrik,” tandasnya.(mas)

Komentar