Home Pariwisata Tour de Flores Dilepas Menpar, Disambut Presiden

Tour de Flores Dilepas Menpar, Disambut Presiden

1175
0
SHARE
Foto : Thomas Duran

KUPANG, Terasntt.com — Program nasional Tour de Flores kian menggema hingga seantero dunia. Event internasional ini akan dilepas Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Kamis (19/5/2016). Ratusan race yang berasal dari 20 negara ini mulai berlomba mendayung sepedanya menuju Maumere, Kabupaten Sikka hingga finish di Labuan Bajo, Manggarai Barat tanggal 23 Mei 2016 dan akan disambut Presiden RI, Joko Widodo.

” Peserta race adalah juara – juara pada race di negara lain,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Marius Jelamu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/5/2016).

Jelamu didampingi Sekretarisnya, Welly Rohimone menjelaskan, bahwa pihaknya baru menggelar rapat persiapan dengan Gubernur dan para Kepala Daerah di Labuan Bajo terkait persiapan Tour de Flores, sebagian besar daerah sudah mempersiapkan penyambutan peserta Tour de Flores dengan berbagai seni budaya dan makan khas daerah dan destinasinya.

” Kegiatan sudah dimulai sejak 16 Mei 2016, yakni peserta dari Banyuwangi tiba di Maumere dan disambut dengan berbagai pegelaran seni budaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Larantuka dan Lembata yang juga akan disuguhkan hal yang sama. Lembata tidak masuk dalam agenda, tapi peserta Tour de Flores ingin menikmati berbagai seni budaya dan destinasti disana,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Jelamu tanggal 17 Mei semua peserta kembali ke Larantuka dan bergabung dengan peserta dari 20 negara lain sekaligus persiapan pemanasan dalam kota Larantuka pada tanggal 18 Mei juga disugukan berbagai seni budaya dan menikmati kuliner yang ada.

Dan pada tanggal 19 Mei 2016, katanya peserta Tour de Flores akan dilepas oleh Menteri Pariwisata dan Gubernur NTT menuju etape pertama di Maumere, para peserta dan semua kru bermalam disana sambil menikmati suguhan berbagai seni budaya dan juga menikmati destinasi yang ada sebelum melanjutkan perjalanan menuju Etape kedua di Ende demikian hal yang sama peserta bermalam. Dan keesokan harinya peserta Tour akan melanjutkan perjalanan melintasi Wilayah Nagakeo menuju Etape ketiga di Ngada dan seterusnya melintasi Manggarai Timur menuju Etape Empat di Ruteng dan akhirya finish di Labuan Bajo pada tanggal 23 Mei 2016.

” Soal persiapan saat ini mencapai 80 persen dan masing – masing daerah telah mempersiapkan segara sesuatu untuk disuguhkan kepada peserta dan kru,” katanya.

Jelamu menjelaskan, bahwa keistimewaan Tour de Flores adalah medannya sangat menantang para peserta dengan ribuan kelokan dan tingkat kemiringan yang sangat tajam.

Juga Flores memilki panorama alamnya sangat indah dan iklim yang berbeda dari satu etape ke etape yang lain. Dan sepanjang race ada 14 wilayah pengunanan dengan ketiangannya diatas 1.000 meter.

Untuk itu, lanjutnya dibutuhkan pengamanan yang prima dan kondisi jalanya sudah dipersiapkan secara baik.

Jelamu mengatakan, bahwa
Flores memliki banyak sekali brending internasional, antara lain Komodo, Kelimutu, Semana Santa dan lainnya yang tidak kalah menarik.

Selain itu, lanjut Jelamu bulan Oktober 2016 kembali digelar Tour de Timor dan finishnya di Nembrala, Kabupaten Rote Ndao dan sudah digagas tahun 2018 akan menggelar Tour de Flobamorata dan ini menjadi brending.

” Tidak hanya untuk mempromosikan wisata tapi kita memperkenalkan potensi lain yang dimiliki NTT sekaligus menghadirkan investor agar bisa berinvestasi di NTT,” ujarnya.(mas)

Berikan Komentar Anda.