Home Hukrim Tindakan Cepat Pemerintah Terhadap Penculikan 3 WNI Asal NTT Mendapat Apresiasi DPRD

Tindakan Cepat Pemerintah Terhadap Penculikan 3 WNI Asal NTT Mendapat Apresiasi DPRD

876
0
SHARE
Foto : Thomas Duran

KUPANG, Terasntt.com —
” Sebagai Wakil Ketua DPRD NTT dan wakil rakyat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Propinsi berkoordinasi dengan pihak TNI dan Pemerintah Pusat menangani kasus penculikan terhadap tiga WNI asal Flores Timur. Kemarin juga saya mendapat informasi Pemerintah Provinsi sudah menggelar pertemuan dengan Forkompinda untuk mengambil langkah – langkah konkrit terkait dengan perlindungan terhadap warga negara. Juga mendapat informasi, bahwa Pemerintah Pusat juga sedang melakukan upaya perlindungan terhadap ketiga WNI ini melalui diplomasi Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Menlu Philipina dan juga Malaysia untuk segera mengatasi persoalan ini. Untuk semua upaya itu, saya memberikan apresiasi,” kata Alex Ofong saat ditemui di Sekretariat DPRD NTT, Selasa (12/7/2016).

Selain itu, Alex Ofong juga meminta supaya upaya ini sesegera mungkin dilakukan dengan semangat melindungi warga negara.

” Karena itu langkah – langkah yang diambil juga harus penuh dengan kehati – hatian dan langkah yang tepat. Belajar dari pengalaman – pengalaman itu. Kita memang prihatin kenapa hal ini bisa terjadi dalam waktu yang tidak terlalu jauh dan secara berulang. Ini harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah ketiga negara tetangga ini. Bukan hanya menyelesaikan masalah sekarang tetapi kedepan harus ada langkah konkrit untuk mengakhiri peristiwa ini, sehingga warga negara kita yang melintasi perairan itu baik untuk menjalankan kehidupannya maupun untuk kepentingan lain tetap merasa nyaman. Jadi yang paling penting adalah rasa nyaman,” ujarnya.

Pada tempat berbeda, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menegaskan, bahwa kasus penculikan terhadap ketiga WNI asal Flores Timur itu sudah disikapi dengan serius oleh berbagai pihak termasuk menyurati Presiden RI, Joko Widodo.

” Pemkab Flotim sudah menyikapinya dengan menghubungi dan mencari tahu keluarga korban penculikan itu. Ketiganya berasal dari Tanjung Bunga, masing – masing Lorens Koten, Eamnuel Arakian dan Theodorus Kopong,” kata Lebu Raya.

Menurutnya, laporan Pemerintah Flotim ketiganya memiliki pasport Nunukan dan dua diantaranya mengantongi KTP Flores Timur sedangkan salah satu korban lainnya ber-KTP di luar NTT.

Lebu Raya juga, menyampaikan dalam upaya tersebut pihaknya telah menggelar rapat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) untuk membahas malasah penculikan itu sekaligus menyurati Presiden RI dengan tembusan ke Mendagri dan Menlu RI.

” Prinsipnya Pemda NTT mendukung upaya pembebasan ketiga WNI yang disandera. Kita belum pastikan siapa dan dari mana kelompok penculik itu,” tegasnya.(mas)

Berikan Komentar Anda.