oleh

Timor Leste Lockdown, PLBN Motaa’in Sepi

Kasubid Pelayanan Lintas Batas Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) PLBN Motaa,in Willem Mone (kanan)

Atambua, teras-ntt.com — Akibat pandemi covid-19 Negara Republik Demokrat Timor Leste menerapkan Lockdown untuk mencegah virus corona. Kebijakan negara tetangga ini berdampak pada aktivitas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaa’in Kabupaten Belu.

Pantauan teras-ntt.com, Jumat (23/10/2020), PLBN Motaa’in tampak sepi, pintu gerbang menuju Pos Lintas Batas Timor Leste nampak tertutup rapat di jaga beberapa personil berseragam TNI AD, sementara dua pos masuk juga penjagaan ketat para security dan juga karyawan PLBN. Tidak ada aktivitas perlintasan baik manusia maupun barang namun para karyawan dan petugas lainnya tetap menjalani rutinitas seperti biasa.

Kepada teras-ntt.com, Kasubid Pelayanan Lintas Batas Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) PLBN Motaa,in Willem Mone menjelaskan, bahwa sejak adanya pandemi covid-19 semua aktivitas di pos lintas batas berubah.

” Memang sejak Timor Leste menerapkan lockdown situasi di sini berubah drastis. Bahkan perputaran ekonomi macet total, misalnya pasar mingguan setiap hari Selasa sepih sekali, bahkan hanya 6 – 7 pedagang saja yang menjajakan barang mereka, bahkan pasar yang sebelumnya ditutup pada pukul 18.00 WITA kini pukul 9.00 WITA sudah ditutup karena tanpa pengunjung.  Demikian juga warung makan yang dulunya ramai dikunjungi setiap sekarang sepi, bahkan ada yang sementara ditutup,” katanya.

Willem Mone

Willem Mone mengatakan, bahwa walau Tiles tetap menerapkan lockdown, namun ada kelonggaran bagi pelintas orang setiap 17  hari sekali, sementara pelintas barang export setiap hari Rabu dari Indonesia, namun sopir hanya bisa mengantar sampai di Pos Batu Gede selanjutnya diambil alih sopir Tiles menuju ibu kota negara di Dili.

” Perlintasan orang juga harus terdaftar di konsulat Timor Leste di Atambua. Pelintas dimaksud khusus bagi warga yang kawin campur Tiles – Indonesia atau yang memiliki visa kerja yang masih berlaku. Pelintas wajib menggunakan masker, cuci tangan dan tes suhu tubuh. Kehadiran kami di sini sebagai pengelola yang beraktivitas adalah beacukai kaitan dengan barang sementara Imigrasi kaitannya dengan pelintasan orang. Jadi untuk sementara kita mengikuti perkembangannya pihak Timor Leste, kecuali ada yang meninggal harus melintas kita koordinasi untuk membuka portal,” kata Willem.(mas)

Komentar

Berita Terbaru