Home Hukrim Tim Gabungan Amankan Ribuan Liter Miras Ilegal

Tim Gabungan Amankan Ribuan Liter Miras Ilegal

881
0
SHARE
Foto : Yudith Taolin

KEFAMENANU, terasntt.com – Tim gabungan yang terdiri dariTNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut, dari Satgas RI – RDTL Yonarmed 11 Kostrad berhasil mengamankan ribuan liter minuman keras (miras) asal Maluku di Kantor Sahbandar Pelabuhan Wini, Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Minggu (22/5).
Hal itu diungkapkan Satgas RI – RDTL Yonarmed 11 Kostrad, Kapten Arm Hendriyana S. Sos kepada wartawan di Kefamenanu, Senin (23/5).
“Awalnya, kami mendapatkan informasi dari lapangan bahwa akan ada sebuah kapal dari Maluku memuat minuman keras tradisional ilegal jenis sopi. Pada hari Minggu (11/05) pukul 13.00 wita Kapal Motor Sabuk Nusantara asal Maluku, merapat di pelabuhan Wini dan menurunkan puluhan jerigen dan puluhan kardus yang saat itu belum diketahui isinya. Setelah barang – barang tersebut dimuat di atas truk, tim langsung mendekat dan menanyakan serta melakukan pengecekan terhadap isi truk. Ternyata seluruh isi muatan adalah minuman keras tradisional ilegal, jenis sopi,” kata Hendriyana.
Ia memperkirakan, miras illegal yang yang diangkut menggunakan dump truck bernomor polisi DH 8276 FA milik Rafael itu mencapai 4 ton meliputi 90 jerigen ukuran 35 liter dan 65 dus aqua.
“Isi dalam kardus aqua itupun saat dibuka bukan minuman aqua melainkan sopi. Menurut pemilik miras yang adalah kelompok ibu – ibu mengatakan, miras tersebut dikumpul dari beberapa pulau di Kepulauan Maluku Barat Daya yakni pulai Kisar, pulai Leti dan sekitarnya,” ungkap Hendriyana.
Sesuai rencana lanjutnya, barang bukti tersebut diamankan di Mako Satgas Pamtas RI – RDTL Yonarmed 11 Kostrad namun pihak Kantor Sahbandar Pelabuhan Wini menahannya dengan dalil barang ilegal tersebut merupakan kewenangan mereka karena berada di wilayah pelabuhan.
Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Wini, Yustinus Mala yang dihubungi wartawan pertelpon tidak merespon.
Salah seorang Satgas yang ingin hendak berkoordinasi dengan kepala sahbandar juga sia – sia. Sementara salah seorang staf Sahbandar pelabuhan Wini yang memegang kunci tempat diamankannya barang bukti mengatakan, barang – barang tersebut merupakan temuan anggota Polsek Wini Insana Utara sehingga tidak bisa dibawa ke Kefamenanu.
“Katanya barang ini merupakan temuan anggota polsek sehingga saya tidak berani kasih ke TNI. Saya sebagai staf hanya menjalankan perintah atasan”, kata seorang bapak yang ikut hadir di kantor Sahbandar Pelabuhan Wini.
Atas kejadian itu, dua anggota TNI dari Institusi TNI AD dan AL, Kapten Arm Hendriyana S. Sos dan Kapten Marinir Johan Haryanto langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek Wini.
Kapolsek Wini, Ipda Felix Kadati yang turut mendampingi proses BAP kedua pelapor membenarkan temuan BB oleh mitra kerjanya dari Tim gabungan TNI AD dan AL.
“Kami baru saja menerima laporan adanya barang temuan dari anggota TNI atas temuan tertangkap tangan Miras dengan jumlah sekitar empat ton lebih. Proses selanjutnya kita masih mengambil keterangan dari pihak pelapor. Dan mengenai BB, setelah semua keterangan terkumpul baru akan ditindaklanjuti dengan membuat Berita Acara penyerahan BB ke Polsek Wini,” katanya.
Pemilik miras illegal yang terdiri dari 10 orang ibu yang menghampiri puluhan anggota Satgas, menangis histeris dan meminta aparat gabungan mengembalikan miras yang telah diamankan.
“Jujur, kami hidup dari hasil berjualan miras ini, biaya hidup kami, biaya sekolah anak semua dari miras ini. Kenapa sekarang baru disita? Kami sudah belasan tahun hidup dari usaha ini”, ungkapnya sambil menangis histeris.
Salah seorang pelaku mengaku, pihaknya mengantarpulaukan miras sejak lama dan baru pernah diamankan petugas.
“Semua berjalan baik sejak dulu karena ada hasil koordinasi kami yang baik dengan sahbandar dan pihak kepolisian, kenapa sekarang TNI tahan barang kami,” ungkap salah seorang pelaku.(dit)

Berikan Komentar Anda.