Home Hukrim Terhambat Eksekusi Kasus Goban, Diduga ada Orang Kuat Dibalik itu

Terhambat Eksekusi Kasus Goban, Diduga ada Orang Kuat Dibalik itu

716
0
SHARE
Foto : Are

MAUMERE, Terasntt.com — Salinan Putusan Mahkamah Agung terhadap terdakwa Yohanis Yudas Goban dalam kasus korupsi Proyek Pembangunan Puskesmas Boganatar Tahun 2007 telah dikirim ke Kejari Maumere. Hingga saat ini belum dieksekusi dan diduga ada orang kuat yang bermain dibalik kasus ini.

“ Infomasi yang kami terima dari Kepaniteraan Mahkamah Agung atas nama Made Rawa Aryawan,SH,M.Hum, berkas dan putusan untuk terdakwa sudah dikirim pada 12 September 2016,” ungkap Koordinator TPDI NTT, Meridian Dewanto Dado, SH di Maumere, Kamis (1/12/2016).

Ia menuturkan, bahwa pada tanggal 24 Juli 2016 lalu pihaknya bersurat secara online kepada Kepaniteraan Mahkamah Agung RI. Dan dibalas oleh Kepaniteraan MA atas nama Made Rawa Aryawan, SH, M.Hum.

Dalam surat balasan Nomor 2104/PAN/H.K.07/10/2016 tertanggal 30 Oktober 2016 tersebut, Aryawan menyatakan pihaknya telah mengirimkan berkas dan salinan putusan terdakwa Yohanis Yudas Goban ke Pengadilan Negeri Kupang untuk diteruskan ke Kejaksaan Negeri Maumere. Ternyata putusan atas terdakwa Yohanis Yudas Goban dengan Nomor 536.K/PID.SUS/2015 tersebut tertanggal 10 Februari 2016.

“ Artinya putusan tersebut keluar tidak lama setelah keluarnya putusan terhadap terdakwa lain yakni Cornelia Mude. Pertanyaannya mengapa putusan atas terdakwa Yohanis Goban baru dikirimkan pada September dan belum diekseksi sampai saat ini,” ujar Meridian.

Perlu diketahui, Putusan untuk Cornelia Mude Nomor 381K/PID.SUS/2015 tertanggal 16 Januari 2016 telah sampai ke Kejaksaan Negeri Maumere pada April 2016 dan putusan terhadap terdakwa telah dieksekusi. Oleh karena itu, ia menduga ada “orang kuat” yang berupaya memperlambat sampainya putusan dan pelaksaan eksekusi.

“ Kami menduga ada upaya melindungi tedakwa agar tidak dinonaktifkan dan menjalani proses hukum. Hanya orang kuat yang bisa lakukan itu,” tegasnya. (are)

Berikan Komentar Anda.