Home Hukrim Telantarkan Keluarga, Anggota Fraksi PDIP TTU, Karolus Sonbay Dipolisikan

Telantarkan Keluarga, Anggota Fraksi PDIP TTU, Karolus Sonbay Dipolisikan

4921
0
SHARE
Foto : Yudith Taolin

KEFAMENANU, Terasntt.com — Sejak bulan Maret 2016 anggota Fraksi PDIP, juga ketua Komisi 3 DPRD TTU, Karolus B. Sonbay (48) meninggalkan istrinya Desyana Sara dan ketiga anaknya. Sonbay memilih tinggal bersama saudaranya di Kelurahan Benpasi.

Merasa diterlantarkan suami, Desyana (35), warga RT 23/ RW 11 kelurahan Maubeli kecamatan Kota Kefamenanu, didampingi
Instituta Hak Anak dan Perempuan (IHAP),
Maria Eustachia dan Yayasan Amnaut Bife ‘Kuan’ (Yabiku) TTU, Margaretha Leu melaporkan suaminya ke Polres TTU, Senin (9/5/2016).

Desyana bersama para peduli hak perempuan dan anak menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres TTU, yang diterima oleh Ipda Kristian Kase dan keterangan awal diambil Brigpol. Febryan Alfreid Tahu sebelum dilanjutkan kebagian Reskrim untuk di BAP.

Menurut Desi, sapaan Desyana selain tidak membiayai dirinya bersama ketiga anak hasil perkawinan mereka, Sonbay pun tidak pernah menjenguk anak – anak bahkan sudah pergi meninggalkan rumah dan tinggal bersama seorang saudara perempuannya “ES” di Kelurahan Benpasi, semenjak beberapa kasus perselingkuhannya terungkap.

Selain melaporkan kasus penelantaran, Desi juga meminta pihak kepolisian untuk membuka kembali kasus perselingkuhan Sonbay dengan seorang siswi SMA berinisial LM yang masih di bawah umur yang dilaporkannya.

Kepada Terasntt.com Desi kembali mengisahkan, bahwa kasus penelantara itu bermula dari ditangkapnya Sonbay bersama LM saat bermesraan di dalam mobil dinas di komplek gedung DPRD TTU, Sabtu (1/8/2015), malam.

Ia mengaku, saat itu sudah membuat laporan polisi bahkan hasil visum selingkuhan suaminya, juga membuktikan adanya hubungan terlarang sebelum Agustus 2015.

Namun sayangnya, lanjut Desi di tengah berjalannya proses hukum tersebut, dia mendapat tekanan dari banyak pihak sehingga dirinya kembali menarik laporan polisi yang dibuatnya. Demi menjaga nama baik keluarga dan jabatan suaminya di DPRD.

Selain itu, lanjutnya Sonbay juga telah membayar denda adat kepada keluarga LM yang diselingkuhinya berupa uang tunai sebesar Rp 50 juta, 3 ekor sapi dan 2 lembar kain adat sebagai simbol menutup malu terhadap keluarga korban atas hubungan terlarang mereka.

Anehnya kata Desi, setelah denda adat dibayar, orangtua selingkuhan Sonbay, juga mencabut laporan polisi yang proses hukumnya sudah berjalan, hingga terjadi perdamaian antara Sonbay dan orangtua LM selingkuhannya.

” Saya merasa dibohongi dan diperdayai oleh suami saya sendiri. Dia sengaja mengamankan semua pihak agar bebas dari jeratan hukum dalam kasus asusilanya dengan korban anak di bawah umur. Dia juga berjanji untuk kembali menjalin hubungan baik dengan saya tapi itu hanya bohong belaka. Setelah bebas dari jeratan hukum dia meninggalkan saya dengan anak – anak dan memilih tinggal bersama seorang saudara perempuannya di kelurahan Benpasi,” ujar Desi kesal.

Desi juga mengaku disuruh suaminya Karolus Sonbay menelpon selingkuhannya, LM untuk membujuk orangtuanya mencabut laporan polisi atas tuduhan membawa lari anak dibawah umur.

” Intinya, semua proses perdamaian dan pencabutan laporan tidak dilakukan di kantor polisi tapi dibuat di rumah ipar saya bernama Ela Sonbay. Semua proses diatur oleh suami saya dan keluarganya. Saya kemudian disuruh menandatangi semua surat yang mereka buat. Keluarga sayapun tidak ada yang tahu karena suami saya membujuk saya dengan mengatakan kalau mereka tahu nanti prosesnya akan lama. Dan untuk publik tahu bahwa rekonstruksi yang dilakukan di TKP tertangkap basahnya dua pasangan selingkuh itu penuh rekayasa,” katanya.

Desi mengatakan, kasus perselingkuhan itu sudah berlangsung lama sejak tahun 2015.

” Intinya bahwa sejak Maret 2016 saya dan anak – anak tidak dinafkahi. Sempat bendahara DPRD TTU, Yohana Ati menyerahkan gaji Karolus ke saya untuk bulan Mei tapi saya menolak. Itupun tidak utuh. Saya bukan permasalahkan jumlah uangnya, tapi kewajiban sebagai bapak dimana?. Anak – anak ditelantarkan begitu saja. Lagian kalau saya menerima sebagian gaji Karolus mulai bulan Mei, nanti ke depan menjadi kebiasaannya. Suka – sukanya saja kapan mau kasih uang ke saya. Sementara setiap hari, kebutuhan anak – anak sangat mendesak. Sangat bertolak belakang. Anehnya semua permintaan selingkuhannya LM harus dituruti termasuk membelikan handphone dan baju baru,” katanya.

Yang lebih menyakitkan lagi, lanjut Desi, awal Februari 2016, dirinya didatangi orangtua saksi nikah dari Sonbay dan menyampaikan pesan suaminya, mempersilahkannya membuat gugatan perceraian ke pengadilan.

” Betapa terkejutnya saya, ternyata suami saya sangat tidak dewasa. Yang saya ingat adalah anak – anak. Saya sudah mengikuti semua keinginannya untuk cabut laporan dan dirinya sudah aman. Ternyata suami saya sama sekali tidak mempunyai itikad baik. Perhatian terhadap anak – anak sama sekali tidak ada, bahkan sejak Maret 2016 saya dan anak – anak tidak lagi menerima gajinya. Suami saya malah sibuk mencari – cari kesalahan saya dengan menyebarkan cerita yang tidak benar tentang saya. Ia benar – benar ingin membalas dendam pada saya yang menurutnya telah mempermalukan dia,” ungkap Desi kesal.

Dia juga mengisahkan, bahwa LM selingkuhan suaminya sudah dipindahkan ke salah satu SLTA di Manado, namun hubungan mereka masih berlanjut via telepon. Bahkan sebelum LM berangkat ke Manado, Karolus Sonbay sibuk mencari tiket pesawat untuk LM dan keluarganya yang mengantar LM berangkat.

” Setiap kali saya menegur dia marah dan mengatakan dirinya adalah publik figur yang tentunya banyak diterpa gosip. Tapi kenyataannya, selingkuhannya LM masih terus menerus menghubungi saya untuk mengetahui dimana keberadaan Karolus. Rupanya LM, selingkuhannya Karolus ingin meyakinkan saya bahwa kalau
Karolus lebih memilih dia untuk dinikahi dan akan menceraikan saya,” katanya.

*** Sonbay, juga Dilaporkan Istri ke Ketum PDIP ***

Setelah lolos dari jeratan hukum, dengan memperdayakan kelemahan istri dan pura – pura berdamai kemudian semua pihak mencabut laporan polisi, Karolus Sonbay yang merasa diatas angin menunjukkan sikap tak peduli pada keluarga, istri dan anak – anaknya. Bahkan dari rumah seorang keluarganya, Karolus sering menyampaikan pesan – pesan yang tidak pantas ke istrinya Desi.

Ia juga menantang Desi untuk melaporkan dirinya ke Partai, karena diyakininya partai tak akan memecat dia.

” Pesan yang saya terima dari temannya, bahwa dia tidak mau lagi kembali ke rumah, dia hendak menceraikan saya dan juga akan mengusir saya dan anak – anak dari rumah. Bahkan dia menyuruh saya melaporkan perbuatannya ke partai. Katanya sampai kapanpun dia tidak akan bisa dipecat dari DPRD sebagai anggota dewan yang terhomat dan akan tetap aman dalam partai. Sungguh sangat disayangkan pernyataan angkuh itu keluar dari mulut suami saya sebagai seorang pejabat publik,” ujar Desi sedih.

Desakan angkuh sang suami memaksa Desi untuk melaporkannya ke partai PDIP melalui surat dengan Nomor: 01/ds/TTU/V/2016, perihal Mohon tindakan tegas partai terhadap ulah anggota DPRD dari partai PDIP Kabupaten TTU atas nama Karolus B. Sonbay dilayangkan ke Ketua Umum Partai PDIP Pusat hingga kabupaten, juga ke Badan Kehormatan DPRD kabupaten TTU yang dinilai tidak berani bersikap terhadap anggota DPRD TTU Karolus Sonbay dan terkesan didiamkan.

Dalam surat tersebut, selain menceriterakan mengkronologiskan kasus perselingkuhan suaminya Karolus Sonbay, Desi yang menjadi korban penelantaran dalam kasus itu menyertakan beberapa lampiran berupa berita dari sejumlah media, sebagai bukti suaminya mengakui perselingkuhannya dengan LM dan secara terang – terangan menyampaikan secara resmi ke media bahwa hubungannya dengan selingkuhannya sudah berjalan lama dan mengakui bahwa LM itu adalah calon istrinya, sedangkan istri sahnya Desi akan segera diceraikan.

Kepada Terasntt.com juga, Desi mengatakan dirinya adalah istri ketiga dari Karolus B Sonbay yang adalah anggota Dewan Kabupaten TTU yang terhormat sekaligus anggota fraksi PDI Perjuangan dan Ketua Komisi C DPRD TTU. Dari pernikahan mereka hadir tiga orang anak yang sementara bertumbuh dan membutuhkan perhatian serta kasih sayang orang tua.

Sebelumnya menurut Desy, suaminya menikahi istri pertamanya di Semarang dan memiliki satu orang anak yang sekarang sementara menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi.
Namun sebelum bercerai dengan istri pertama, Karolus Sonbay memperoleh dua orang anak lagi dari hasil hubungan tanpa ikatan dengan seorang perempuan di Kefamenanu.

Atas kasus perselingkuhan dan penelantaran yang mengorbankan Desi dan tiga orang anak hasil pernikahan dengan Sonbay, Desi meminta pihak kepolisian dan Petinggi Partai PDI Perjuangan untuk menindak tegas suaminya Karolus Sonbay sesuai dengan aturan hukum dan ketentuan partai yang berlaku.(dit)

Berikan Komentar Anda.