oleh

Telan Dana Miliaran Rupiah, Rehab Puskesmas Lambunga Diduga Asal Jadi

Adonara, teras-ntt.com — Rehabilitasi bangunan Puskesmas Lambunga, Desa Pepak, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang menelan dana miliaran rupiah diduga asal jadi. Pasalnya, pekerjaan tahun anggaran 2020 itu belum selesai dan terkesan asal jadi karena mengabaikan kualitas dan mutu. Sesuai dokumen kontrak masa pelaksanaan proyek telah jatuh tempo sementara pekerjaan belum selesai.

Sesuai data yang diperoleh, proyek senilai Rp.1.781.689.00 dengan nomor kontrak Dinkes.04/RTP-Lambunga/PPK/VI/2020 dengan pembiayaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut dikerjakan CV. Fiz dan Pengawasan oleh Rivalando Jaya Konsultan.

Informasi yang dihimpun media ini, masa berakhirnya kontrak rehab seharusnya tanggal 15 November 2020 namun pihak kontraktor mengajukan adendum penambahan waktu. Setelah adendum penambahan waktu diberikan hingga tanggal 4 Januari 2021, namun hingga saat ini belum selesai dan terus dikerjakan.

Selain itu, kualitas pekerjaan coran beton sangat rendah hingga berdampak pada bangunan. Demikian juga kayu yang digunakan untuk lata atap dan plafon gedung itupun menggunakan kayu lokal yang masih basah yang diduga baru di tebang milik Dosi warga Gayak Kecamatan ILe Boleng. Demikian juga lantai keramik, Acian, pengecetan, instalasi listrik, jendela, plafon, dan pintu masih dikerjakan sampai saat ini.

Untuk mengklarifikasi hak tersebut wartawan sudah berusaha mengkonfirmasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) namun tidak berada di tempat. 

Komentar