Home Humaniora Teater Perkawinan Adat Adonara Awali Kegiatan LKTD

Teater Perkawinan Adat Adonara Awali Kegiatan LKTD

829
0
SHARE
Foto : Istimewa

ADONARA, Terasntt.com — Teater tentang Perkawinan Adat Adonara oleh anak – anak SDK Honihama, Desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur sengat memukau dan menghibur masyarakat. Pentas seni ini sebagai pembuka kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) bagi pemuda setempat, Jumat (17/11/2017).

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber masing – masing Wakil Ketua DPRD NTT, Alex Ofong, Silvester Hurit, Lanny Koroh, Silvester Petara Hurit, Maksimus Masan Kian, Sandro Balawangak, Pion Ratuloly, Kasmir Kopong, Arie Hanafi dan Ola Mangu Kanisius.

Via masanger Wakil Ketua DPRD Propinsi Nusa tenggara Timur ke media ini mengatakan, bahwa Pentasan teater yng dilakoni anak – anak muda itu sungguh luar biasa. ” Anak-anak yang penuh energi dan kecerdasan yang mumpuni, sebuah teater seni yang berbasis budaya ini patut diapresiasi ” kata Alex.

Ia juga berharap orang muda harus punya mimpi untuk masa depannya. Dan berani berjuang guna mewujudkan mimpi itu.

Sementara pada tempat berbeda Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kia, juga menyatakan memberikan apresiasi atas kreasi anak – anak dalam dampingan guru. Ini kreasi anak yang mesti didukung dan terus diberi ruang untuk berekspresi.

” Ruang kreatif ini terus disiapkan untuk menumbuhkan kreatifitas anak – anak” ucap Maksi.

Lanjut Maksi, ” Bukan saja pengetahuan yang dicekcoki ke siswa untuk menjadi pintar namun psikomotorik yang juga diperhatikan,” katanya.

Menurutnya anak – anak telah melestarikan budaya daerah. Tentang tarian. Nyayian adat. Nilai dan kekayaan budaya kitayang luar biasa.

Ditanya terkait warisan leluhur, khususnya Adonara dalam hal Asal usul orang Adonara yang di warisi secara turun-temurun melalui penuturan.

Menurutnya itu menjadi tugas semua kita untuk menelusuri kisah turun temurun yang diwariskan leluhur ini.
” Butuh pendokumentasian dan pengarsipan kisah – kisah warisan leluhur ini” tutur dia.

Menulis kisah leluhur ini menjadi salah satu alternatif solusi merekam kisah kisah yang ada yang saat ini diwariskan.

Camat Witihama, Lorens Lebu Raya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan yang pertama di wilayahnya.
Sehingga ia meminta kepada beberapa kepala desa lain untuk melakukan kegiatan pemberdayaan terhadap kaum muda seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Tuwagoetobi.(als)

Berikan Komentar Anda.