Home Daerah Tamu Tak Diundang Interogasi Kades, Rakor Kecamatan Atunsel Nyaris Ricuh

Tamu Tak Diundang Interogasi Kades, Rakor Kecamatan Atunsel Nyaris Ricuh

2092
0
SHARE

Suasana Rakor Kecamatan Amanatun Selatan (foto istw)

Soe, terasntt.com — Sembilan orang tamu tak diundang yang mengaku berasal dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lembaga Aliansi Imdonesia (LAI) Kupang pimpinan Melianus Tefa mendatangi Desa Netutnana, Amanatun Selatan, Kabupaten TTS, Kamis (30/1/2020).

Bersamaan dengan itu di Desa Netutnana tengah berlangsungnya Rakor tingkat Kecamatan Amanatun Selatan yang dipimpin langsung camat Ardi Benu.

Kehadiran orang yang tak dikenal dengan seragam baju putih lengan panjang dan celana hitam dan juga empat orang diantatanya mengenakan seragam loreng berbaret biru mirip kopasus ini bertujuan untuk mensosialisasikan dana desa dan sejumlah persoalan di desa tersebut.

Kondisi seperti itu membuat suasana Rakor jadi kacau dan nyaris ricuh ketika Melianus Tefa meminta waktu untuk berbicara dengan kepala desa.

Camat Ardi Benu sempat meminta Kanit Bimas Polsek Atunsel, Jemris Awang untuk menanyakan maksud dan tujuan keberadaan tim tersebut.

” Kami tidak pernah mengundang mereka, maka saya tidak memberikan kesempatan sama sekali untuk berbicara sampai kami tutup Rakord dan makan siang,” kata Ardi Benu saat menghubungi teras-ntt.com, Jumat (31/1/2020) petang.

Ardi mengatakan, bahwa ia sempat berbincang dengan tim tersebut namun jawaban mereka berbelit – belit, bahkan diajak makan bersamapun ditolak.

” Melianus Tefa sempat meminta waktu untuk bicara dengan Kades Netutnana Saya bilang yang penting baik – baik saja karena kepala desa akan laporkan kepada saya sebagai camat,” ujar Ardi.

Ketika camat pulang Melianus Tefa meminta untuk berbicara dengan Kades Netutnana Jinsunio Missa-Taniu namun Ibu Kades sempat tolak karena baru mau makan walau akhirnya Ibu Kades melayani dan duduk sambil mendengar penyampaian maksud kedatangan mereka.

Saat itu Melianus Tefa katakan Camat ini tidak jelas, masa tidak alokasikan waktu untuk ia berbicara.

” Nanti saya catat khusus dia karena sudah melecehkan saya,” ujar Ardi menirukan Tefa.

Menurutnya, saat itu juga Tefa mengeluarkan RAB penggunaan Dana Desa 2018 yang tidak diketahui didapat dari mana lalu mengiterogasi kades dan mengintimidasinya, bahwa penggunaan Dana Desa Netutnana 2018 bermasalah.

Hal ini kembali memicu amarah warga yang masih ada di lokasi Rakor sehingga terjadi keributan karena Kades mempertanyakan legalitas lembaga tersebut dan kenapa tidak meminta ijin dari camat dan bupati untuk turun ke Desa Netutnana dan kapasitas lembaga DPD LAI dalam mengaudit Dana Desa Netutnana 2018.

” Beruntung masih ada Babinsa hingga mampu meredam situasi, kalau tidak mungkin terjadi pertumpahan darah karena warga tidak menerima kondisi ini,” ujar Ardi dari balik ponselnya.

Sementara Kapolsek Atunsel yang siap berangkat ke Nunkolo, sehingga ia memerintahkan anggotanya turun ke lokasi namun Tefa bersama rekan – rekannya sudah tak ada.

Kapolsek, Peter Riwu Saat dikonfirmasi mengatakan, ia tidak berada di tempat karena sedang melakukan media kasus namun ada anggotanya yang berada di lokasi.

Menurutnya usai Rakord ia mendapat laporan sehingga anggotanya sempat kembali ke lokasi namun tim dari DPD LAI sudah tidak ada lagi.

Ia pun berharap jika ditemui ada hal seperti itu maka harus dilaporkan sejak dini karena bersamaan anggotanya mengikuti kegiatan di Nunkolo bersama Wakil Bupati TTS.(sys)

Berikan Komentar Anda.