oleh

Taman Budaya Gelar Workshop Instalasi Kesenian Bambu

-Ekbis-19 views

Workshop Instalasi Kesenian Bambu

Kupang, teras-ntt.com — UPTD Taman Budaya Provinsi NTT, menggelar workshop Seni Instalasi Bambu tahun 2020 di Aula Taman Budaya Kupang, Selasa (1/9/2020). Kegiatan yang bertema “Seni Bambu Terikat Erat Dalam Keteraturan di Ruang Baru” ini diikuti 80 orang Seniman Kreatif se-Kota Kupang.

Kepala UPT Taman Budaya Provinsi NTT, Drs.Sofian M.M, mengungkapkan, bahwa tema yang diusung dinilai sangat tepat karena dapat memberikan dorongan, semangat dan motivasi kepada para seniman untuk terus berkreasi dan menciptakan demi melestarikan Seni Budaya NTT.

Ia menambahkan, Seni instalasi Bambu menggambarkan bangsa Indonesia yang terdiri dari ratusan pulau, suku dan bahasa menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bingkai NKRI dan bambu juga dengan proses kreatifitas mampu dibentuk menjadi satu kesatuan seperti Bangsa Indonesia.

Seni instalasi bambu mampu membentuk pesona seni yang tak ternilai harganya sebab pesan yang terkandung salah satunya ialah soal ikatan, seperti ikatan bangsa dan keteraturan.

“ Kenapa demikian ? karena karya yang terikat erat dalam keteraturan membuahkan karya kreatifitas yang disebut seni instalasi bambu,” imbuhnya.

Menurut Sofian, kegiatan ini sebagai upaya melestarikan kearifan lokal dan melestarikan warisan budaya leluhur dan memanfaatkan bambu sebagai sebuah karya seni yang bernilai dan diharapkan menjadi wahana ekspresi kreatifitas dan berkarya bagi seniman melalui media bambu. Melalui kegiatan seni instalasi bambu tahun 2020 ini, diharapkan masyarakat semakin mencintai dan selalu bergerak untuk memajukan seni dan budaya khususnya seni instalasi bambu.

Penyelenggaraan kegiatan Workshop seni instalasi bambu ini, berlangsung secara virtual dengan narasumber Andi Ramdani, S.Sn dan Ignasius Dicky Takndare di Yogyakarta. Workshop ini juga diikuti oleh 80 orang seniman kreatif se-Kota Kupang yang terbagi menjadi 10 komunitas. Masing-masing narasumber menyampaikan poin penting berkaitan dengan bambu yang menjadi primadona yang akan dipamerkan nanti.

Sebagai salah satu bahan yang mudah untuk ditemui, bambu rupanya memiliki beragam fungsi mulai dari tunasnya yang dipergunakan untuk membuat sayur hingga batangnya yang dipakai untuk perabot konstruksi.

Berbagai motif anyaman dan karya kreatifitas para peserta workshop sudah kelihatan berbagai macam kreasi sesuai harapan dari para peserta jadi bisa menganyam dan membuat pola sendiri. Kemudian para peserta memaparkan karya mereka kepada narasumber untuk memperoleh saran untuk kelanjutan karya mereka yang akan dilombakan ini.

Seluruh peserta Workshop akan mengerjakan instalasi bambu mulai tanggal 1 hingga 4 September 2020 yang dimentoring langsung oleh Ignasius Dicky Takndare ( Jogja ) dan Yeffri Cornelis Lau ( Kupang ). Instalasi bambu akan dikerjakan di halaman Taman Budaya NTT dan akan diumumkan 6 pemenang lomba instalasi bambu ini tanggal 4 September nanti.

Upaya ini diharapkan mampu untuk menggugah geliat supaya bambu bisa memiliki nilai ekonomi yang lebih. Banyak orang mulai meminati produk dari bambu terutama dari pasar internasional. Namun sayangnya dari segi desain, produk lokal masih belum dilirik karena dianggap kurang menarik. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi yang dilakukan sehingga produk kriya bamboo dari pengrajin dan seniman mampu bersaing di dunia internasional.(et)

Komentar

Berita Terbaru