oleh

Tak Terima Kematian Suaminya, Banamtuan Datangi Pimpinan DPRD NTT

KUPANG, Terasntt.com — Kematian Yohanis Mandala, warga Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas) mengisahkan misteri bagi keluarga. Laporan ke Polres TTS tidak ditanggapi istri korban, Demaris Banamtuan bersama keluarga mendatangi pimpinan DPRD NTT, Rabu (29/7/2015) guna mendapatkan dukungan.
Kepada, Anwar Pua Geno, Alex Ofong,
Nelson Matara dan Gabriel Beri Bina, Banamtuan, mengatakan kehadiran mereka untuk menyampaikan kasus kematian suaminya yang dinilai tidak wajar.
” Tanggal 28 Juni 2015, pagi suami saya meminta izin ke Kuanfatu untuk menghadiri acara keluarga. Informasi yang saya terima bahwa sebelum melanjutkan perjalanan, suami saya sempat meneguk minuman keras bersama saudaranya Mesakh Mandala. Dan Ba’I Mandala di kediaman Mesakh di Desa Polo dan di Pondok Sawah Bena. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan ke Kuanfatu dan akhirnya dikabarkan kecelakaan dalam perjalanan. Saya dan keluarga meragukan karena informasi yang kami terima, bahwa saat kejadian korban berada sekitar 20 meter di depan anggota Polisi, Lois Pit’ai. Anehnya anggota Polisi ini bukannya menyelamatkan korban tetapi dia malah mengambil motor suami saya dan membawa pulang ke rumahnya. Dan setelah meninggal baru motor itu diantar. Kondisi motor baik dan tidak ada kerusakan,” tegasnya.
Menurut Banamtuan, suaminya diselamatkan warga dengan melarikannya ke Puskesmas Panite untuk mendapatkan perawatan. Kondisi suami saya cukup parah sehingga dirujuk ke RSUD SoE dan akhirnya menghembuskan nafas pada tanggal 29 Juni 2015.
” Kasus tersebut kami sudah laporkan ke Polres TTS pada tanggal 6 Juli 2015, namun tidak ditanggapi sehingga kami melaporkan ke Polda NTT sekaligus menyampaikan kepada pimpinan DPRD NTT untuk mendapatkan dukungan dan jalan keluar. Kami mohon bapak bisa membantu agar kasus ini bisa terungkap,” tegasnya.
Demikian juga disampaikan pendamping keluarga, Marten Tanono, bahwa kasus pihak keluarga meragukan kematian korban karena tidak wajar.
” Motor yang dikendarai korban dalam kondisi baik. Dan anehnya anggota Polisi yang saat itu berada persis dibelakang korban bukannya menyelamatkan nyawa korban, malah mengambil dan mengamankan sepeda motor korban di rumahnya,” tegasnya.
Anwar Pua Geno, menyampaikan terima kasih kepada, Banamtuan dan keluarga serta pendamping yang sudah menyampaikan kasus yang dihadapi.
” Kami menerima pengaduan ini dan kami hanya bisa berkoordinasi dengan pihak Polda. Hanya saja, keluarga harus kembali ke SoE dan menyampaikan persoalan ini ke DPRD TTS dan juga Pemerintah Daerah agar segera disikapi Polres. Kami tetap membantu agar kasus ini bisa terungkap secepatnya,” tegasnya.(mas)

Komentar