by

Tak kunjung berangkat, calon jemaah umroh ngamuk ke pihak travel

Merdeka.com – Belasan calon jemaah umroh mengadu ke Mapolsek Tamalate, Makassar gara-gara belum diberangkatkan oleh pihak travel yang bertempat di Jalan Alauddin sejak April lalu. Terakhir mereka dijanjikan akan diberangkatkan Sabtu hari ini, namun masih belum juga.

Haswatiselaku penjaring calon jemaah umroh berada di antara mereka. Sebelumnya Haswati hendak kembali ke Raha namun ditahan oleh para calon jemaah umroh sampai urusan pemberangkatan selesai.

Kapolsek Tamalate Kompol Azis Yunus yang dikonfirmasi mengatakan, para calon jemaah umroh yang merasa dirugikan itu belum masukkan laporan resmi. Jadi sementara ini sifatnya hanya difasilitasi.

“Belum ada laporan resmi dimasukkan oleh para calon jemaah umroh ini jadi peran kita sementara ini menfasilitasi kedua belah untuk mencari solusi,” kata Azis Yunus.

Aziz mengatakan masing-masing perwakilan kedua belah pihak sudah berkomunikasi dengan pimpinan travel yang ada di Jakarta dan dipastikan pemberangkatan Minggu (2/7) besok, amun ditolak oleh calon jemaah umroh. Mereka ngotot untuk diberangkatkan hari ini dan kalau tidak maka konsekuensinya adalah semua pembayaran harus dikembalikan.

“Hingga saat belum ada kesepakatan di antara kedua belah pihak, masih dibicarakan,” kata Kompol Azis Yunus.

Sementara itu, Nenni, (52 thn), warga asal Raha, Kabupaten Muna mengatakan, bersama beberapa calon jemaah umroh lainnya diinapkan di Hotel Al Badaar di Jalan Pengayoman. Tiba di Makassar sejak Rabu (29/6) karena janji paling terakhir akan diberangkatkan Sabtu, (2/7).

“Haswati yang menjaring calon jemaah di Raha kemarin mau pulang ke kampung. Ndak logis kalau dia pulang sementara kita di sini diterlantarkan. Uang habis tapi belum juga berangkat umroh,” kata Nenni.

Nenni adalah seorang guru SMA di Raha, mendaftar umroh di travel Al karena diperkenalkan oleh Haswati yang tidak lain adalah rekan sejawatnya di satu sekolah.

“Sudah dua kali Ibu Haswati mendampingi jemaah umroh ke tanah suci makanya kita sangat percaya tapi saat itu ibu Haswati jadi penjaring di travel berbeda. Sebelumnya saya mau umroh dengan travel di jl Abdullah Daeng Sirua yang juga ada di Makassar tapi saya ke travel Al karena percaya sama ibu Haswati karena masih teman saya. Tapi sejak tahun 2015 lalu saya mendaftar dan setor Rp 19,5 juta dan dijanji berangkat April 2016. Nyatanya ndak berangkat-berangkat juga. Sementara teman saya yang ditravel yang ada di jl Abdullah Daeng Sirua itu sudah kembali dari Umrah,” kata Nenni.

Menurut Nenni, bisa dibayangkan betapa dirinya stres karena total uang yang dia keluarkan untuk umroh setelah berkali-kali pihak travel minta tambahan setoran sebesar Rp 34.500.000. Ditambah lagi suaminya karena rencana umroh bersama sehingga keseluruhan Rp 69.000.000.

Nenni mengatakan, calon jemaah umroh lainnya ada dari Kota Palopo dan Kabupaten Selayar. Karena biasanya tiap daerah ada penjaring calon jemaah umroh.

“Pokoknya kami harus diberangkatkan hari ini. Kalau tidak maka seluruh uang kami harus dikembalikan,” tandasnya.[eko]

Comment

Berita Terbaru