Home Pendidikan Tak Diakomodir Sekolah, Orangtua Siswa Mengaduh ke Dewan

Tak Diakomodir Sekolah, Orangtua Siswa Mengaduh ke Dewan

746
0
SHARE
Foto : Rafael L. Pura

KUPANG, Terasntt.com — Puluhan orangtua siswa yang tidak diterima sebagai Peserta Didik Baru (PRB) pada beberapa SMP Negeri di Kota Kupang mendatangi Dewan Kota, Senin (17/72017). Mereka menilai sitim zona tidak menyelesaikan persoalan yang terjadi dari tahun ke tahun.

Kedatangan para orang tua siswa ini diterima Wakil Ketua Komisi IV, DPRD Kota Kupang, Ewalde Taek bersama sekretaris Yuven Tukung dan anggota bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon Lulupoy, Kepala Kesbangpol, Erwin Fangidae bersama kepala Bidang masing-masing.

Salah satu orang tua siswa, Katarina Feto menilai penerapan sitim zona oleh pihak sekolah tidak transparan karena anaknya yang tinggal di lingkungan SMPN 3 tidak diterima sementara siswa yang dari luar zona terima.

Katarina mengaku masih bisa mendaftar kesekolah lain, namun sangay jauh dari sekolah. Dan dia tetap pada prinsip mengukuti aturan Pemerintah Pusat menyekolahkan anaknya berdasarkan zona.

” Hal ini tentu akan berimbas pada biaya tambahan. Lagi pula, sekolah tersebut bisa saja menerima anaknya padahal tetap menerapkan zona. Ini tidak betul karena masih ada peluang panitia penerima siswa baru bertindak curang,” tegasnya.

Katarina mengaku, anaknya cukup cerdas, juga soal nilai dan kecakapan lebih tinggi dibanding teman – temannya yang sudah diterima.

” Untuk itu kami datang ke Dewan menyampikan hal ini dan berharap anak saya bisa diterima di sekolah tersebut,” ujarnya.

Hal senada dikeluhkan orangtua lainnnya, Rance Loulenak dari kecamatan Alak, anaknya juga tidak diterima di SMPN 4, padahal tempat tinggalnya dekat sekolah.

” Ada sekolah lain, namun jaraknya cukup jauh, sehingga kami datang ke Dewan untuk menyampaikan hal ini,” katanya.

Menanggapi.hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV, Ewalde Taek mengayakan, kendati hasil pengumunan sudah dilaksanakan hari Senin, (17/7/2017), namun masih ada ruang untuk melakukan registrasi pada tanggal 19/72017, mendatang, sehingga pihaknya akan mengarahkan anak-anak tersebut masuk pada sekolah yang belum memenuhi kuota untuk diakomodir.

Sekoalah-sekolah yang belum memenuhi kuota tersebut, lanjut Ewalde, seperti, SMPN 7, SMPN 11, SMPN 12 dan SMPN 10, SMPN 15 hingga SMPN 20.

” Dalam waktu dekat, kami akan melakukan konsultasi ke Kementrian, jika memang di diizinkan untuk bisa membuka ruang baru, maka anak-anak tersebut akan diarahakan ke sekolah tersebut,” ujar Ewalde.

Terkait tuntutan orangtua siswa yang menghendaki agar diarahkan ke sekolah swasta, lanjut Ewalde, aka sangat sulit karena terkendala beban anggaran.

Ia menilai, penerimaan siswa baru dengan sistem tersebut terkesan dipaksakan dan penerapannya pun terkesan terburuh-buruh. Pasalnya, diterapkan pada bulan Juli dimana pendaftaran tengah berlangsung. Sehingga alangkah baiknya disosialisasikan terlebih dahulu.

” Mau dilihat penerapan PBD sistim online ini, banyak daerah yang belum punya kesiapan matang, sehingga banyak siswa yang tak terakomodir seperti saat sekarang. Untuk soal ini kita menunggu hingga tanggal 20 /7/2017 nantinya, sebab sebagai wakil rakyat memiliki tanggungjawab besar agar anak-anak Kota Kupang harus sekolah,” ujarnya.

Untuk diketahui, Jumlah sekolah negeri di Kota Kupang sebanyak 20. Dari sekian sekolah ini, banyak anak-anak yang berharap dapat bersekolah disekolah tersebut. (raf)

Berikan Komentar Anda.