oleh

Tahun 2022, Infrastruktur jalan Provinsi 906 Km Akan Selesai Dibangun

Kupang, teras-ntt.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan bahwa sejumlah capaian program strategis yang telah sukses dilaksanakan akan terus berlanjut pada tahun yang akan datang. Salah satunya pembangunan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 906 Km yang akan selesai dibangun di tahun 2022. 

“Sampai dengan bulan Desember tahun 2021 dari 906 km jalan provinsi yang rusak berat dan ringan, dengan memanfaatkan sumber pembiayaan dari Pinjaman Bank NTT dan PT. SMI, serta Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Program Hibah Jalan Daerah, telah dikerjakan jalan provinsi sepanjang 365,03 km di tahun 2020 dan 518,62 km pada tahun 2021, sehingga hanya tersisa 22,35 km yang akan dituntaskan pada tahun 2022. Itu berarti, pembangunan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 906 km akan selesai dibangun pada tahun 2022,” kata VBL saat membeberkan sejumlah capaian program selama masa kepemimpinannya bersama Wagub Josef Nai Soi pada perayaan HUT NTT ke 63 di Kupang. 

Lebih lanjut, VBL juga menyampaikan bahwa dalam kurun waktu dua tahun Provinsi NTT menghadapi tantangan berat, namun tetap kokoh mengelola berbagai program pembangunan dengan baik dan sukses.

Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nai Soi

Ia juga menggambarkan situasi dan tantangan berat yang dihadapi NTT dan campur tangan para pihak termasuk keterlibatan masyarakat untuk mengatasi bersama secara kolektif. Sehingga persoalan dihadapi itu bisa direm atau ditekan. Mulai dengan ungkapan memberi harapan VBL menuturkan,”ada ungkapan bahwa di ujung lorong panjang yang gelap ada cahaya harapan. Pandemi covid-19 dan berbagai bencana yang mendera kita sepanjang dua tahun ini adalah pengalaman dan tantangan hebat yang harus dikelola guna melahirkan berbagai terobosan untuk menyelamatkan rakyat dan negeri ini. Berkat dukungan partisipasi seluruh komponen masyarakat, lembaga-lembaga agama dan sosial, lembaga pemerintah Pusat dan Daerah,TNI/Polri serta komitmen seluruh jajaran kesehatan, kita telah berhasil menekan jumlah penderita covid-19 sampai pada tingkat yang rendah. Gerak cepat vaksinasi yang masif telah membuahkan hasil dan sampai kini cakupan vaksinasi dosis 1 di NTT telah mencapai 60,65 persen. Angka ini setara dengan 2,32 juta peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 3,83 juta orang. Akibat melandainya kasus penularan covid-19, maka ekonomi NTT berangsur pulih sebagaimana tercermin pada kinerja perekonomian triwulan III 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 2,37 persen, lebih baik dibanding triwulan I sebesar 0,12 persen, meski lebih rendah dari triwulan II, 4,33 persen. Angka kemiskinan pada Maret 2021 juga mengalami penurunan menjadi 20,99 persen sedikit lebih rendah dari September 2020 sebesar 21,21 persen. Demikian pula, angka stunting terus menurun dari 35,40 persen pada tahun 2018 menjadi 20,90 persen pada Agustus 2021. 

Dijelaskan VBL, bahwa Pemerintah terus berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam berbagai skema program pengaman sosial dan reformasi kesehatan. Meskipun hasil kemajuan pemulihan kesehatan dan ekonomi menggembirakan kita, namun saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTT agar jangan berpuas diri, tetap waspada dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Kita harus mengantisipasi hadirnya varian baru virus corona yaitu omicron yang oleh Badan Kesehatan Dunia disebut sebagai variant of concern yang lebih cepat penularannya.”

Gubernur pun memaparkan fenomena  pandemi covid-19 yang belum berujung batas dan refocusing anggaran untuk covid-19 terus dilakukan, tetapi pemerintah dan legislatif tetap berupaya mencari solusi agar program pembangunan NTT ke depan terus dilaksanakan sebagai bentuk tanggungjawabnya terhadap rakyat provinsi ini.

“Walaupun masih berlanjut kebijakan refocusing anggaran yang direalokasi untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, namun Pemerintah Provinsi atas dukungan DPRD NTT berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif untuk melaksanakan berbagai program strategis,”tandasnya. (advetorial)

Komentar