oleh

Tahun 2017, TTS Bebas Buta Aksara

SOE, Terasntt.com — Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi keluarga, Pemerintah Kabupaten TTS menargetkan tahun 2017 masyarakat TTS bebas dari buta aksara. Untuk itu Tahun 2016 Pemerintah siap menganggarkan sejumlah dan untuk membentuk 378 kelompok belajar.
“Saat ini di Kabupaten TTS tercatatsebanyak 3.786 atau 4 persen penduduk masih buta aksara. Sebagai wujud keseriusan pemerintah akan dianggarkan sejumlah dana khusus untuk pendidikan luar sekolah,” tegas Wakil Bupati TTS, Obed Naitboho ketika membuka acara peringatan hari buta aksara internasional tingkat Kabupaten TTS, di Dinas PPO setempat, Senin (21/9/2015).
Obed Naitboho, yakin dengan memberantas buta aksara mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dan secara otomatis kesejahteraan masyarakat perlahan terus meningkat pula.
” Pemberantasan buta aksara sejalan dengan cita-cita luhur bangsa untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Dengan memiliki SDM yang cerdas mari kita bersama membangun kabupaten TTS ke depan agar terus lebih baik lagi,” tegasnya.
Sementara ketua panitia pelaksana, Johaniss Telnoni, mengatakan peringatan hari aksara tingkat kabupaten tahun ini merupakan bagian dari persipan palaksanaan hari aksara tingkat provinsi tahun 2016 mendatang.
” Untuk perayaan hari aksara tingkat provinsi tahun 2016, Kabupaten TTS dipercaya sebagai tuan rumah. Oleh karena itu kita terus berbenah dan mempersiapkan sebagai tuan rumah yang baik nantinya,” katanya.
Dijelaskan dalam pelaksanaan hari aksara tingkat kabupaten akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan. Panitia telah mempersiapkan aneka perlombaan mulai dari kategori tutor paket A, paket B, paket C sampai lomba pengelolaan PKBM.
“Kita berharap dengan pelaksanaan peringatan hari aksara ini bisa menumbuhkan kesadaran kepada suluruh masyarakat untuk mau peduli dan mengambil bagian dalam usaha memberantas buta aksara,” ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa, Wakil ketua, Imanuel Olin, anggota komisi IV, Egi Usfunan, kepala Dinas PPO, Edyson Sipa serta staf. (K2)

Komentar