oleh

Tahan Mantan Bendahara Desa, Warga Nubalema Dua Apresiasi Kejari Larantuka

Adonara, teras-ntt.com — Mantan bendahara Desa Nubalema Dua yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dana desa tahun 2015 – 2017 Bernadus Sabon Tawa ditahan  Penyidik Kejaksaan Negeri Larantuka cabang Waiwerang terkait dugaan korupsi. Masyarakat Nubalema Dua memberikan apresiasi terhadap kinerja kejaksaan dan berharap kasus tersebut diungkap tuntas.

” Kami mengapresiasi langkah dan tindakan Kejari Larantuka. Terhadap perkembangan penanganan perkara ini. Saat ini tersangka telah ditetapkan. Ini menunjukkan penanganan perkara yang terus bergulir atau berproses, oleh Kejari,” kata Antonius PN, salah satu pemuda asal Desa Nubalema Dua melalui pesan WhatsApp kepada redaksi teras-ntt.com, Kami (14/1/2021).

Munculnya Dugaan korupsi dana desa tersebut, Antonius PN, menjelaskan, bermula dari tak adanya transparansi dalam pengelolaan dana desa. Terhadap pengelolaan dana yang tak transparansi itu, mendapat respons dari sejumlah kalangan masyarakat. Terutama pemuda. 

” Sebagai masyarakat, khususnya pemuda, tentu wajib mengawal pengelolaan dana desa. Dan pengelolaannya oleh pemerintah desa, haruslah transparan,” tambahnya. 

Awal tahun 2012 Pemerintahan Desa Nubalema Dua dipimpin kepala desa bernama Lukas Siola lanjut Antonius PN selama menjalankan roda pemerintahannya, dinilai sangat tertutup khususnya dalam pengelolaan anggaran Dana Desa.

Untuk itu ia berharap agar kelanjutan penanganan perkara tersebut secara profesional hingga bisa mengungkap secara transparan semua pihak yang terlibat.

” Sebagai masyarakat desa, tentu berharap pihak kejaksaan tak tebang pilih dalam menangani kasus ini dan selain itu. Saya minta Kejari Larantuka harus usut perkara ini sampai ke akar-akarnya ,” ujar ketua Angkatan Muda Adonara (AMA) Balikpapan ini. 

Kepada masyarakat, Antonius PN berharap proaktif dan partisipatif, mengawal kasus ini. Lebih jauh, ia mengajak masyarakat mengawal pengelolaan dana desa. 

Komentar