by

Sutanto : Program DeMAM Sangat Pas

NGADA, Terasntt.com — Kepala Bappeda Ngada, Hilarius Sutanto mengatakan, bahawa program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) sangat cocok untuk masyarakat. Program ini menerapkan pola pemberdayaan yang langsung dinikmati masyarakat.

“ Untuk masyarakat kita, program-program dengan Pendekatan Pemberdayaan sangat pas. Program Pemberdayaan, berbeda dengan Proyek Konstruksi. Pekerjaan fisik seperti jalan, jembatan dan gedung bisa langsung dilihat hasilnya. Sementara, Program dengan Pendekatan Pemberdayaan, membutuhkan waktu,“ kata Sutanto saat ditemui tim peliputan Pemprov NTT di ruang kerjanya, Selasa (18/10/2016) pagi.

Ketika mengetahui kedatangan tim Pemerintah Provinsi NTT, pria kelahiran Yogyakarta 52 tahun silam itu, segera mempersilahkan masuk sambil tersenyum ramah beriring sapaan bersahabat, terlontar spontan.

“ Pekerjaan Pemberdayaan itu memang melelahkan, karena kita dituntut merubah perilaku bahkan karakter masyarakat. Kalau orang luar yang baru masuk ke bajawa, bisa saja terkaget-kaget. Masyarakat di sini mungkin dinilai keras wataknya, padahal sebenarnya tidak seperti itu,” lanjut pria yang memulai karirnya di Bappeda Ngada sejak Tahun 1992 itu.

Suami dari Sisilia, guru SMA Regina itu pun mengurai beberapa informasi seputar Program Desa/Kelurahan Mandiri di terkenal dingin itu.

Menurutnya, sejak Tahun 2011 hingga Tahun 2016, Program Desa/Kelurahan Anggur Merah telah beroperasi di 120 Desa/Kelurahan, hingga total penerima program di Kabupaten itu mencapai 151 Desa/Kelurahan. Jadi, masih tersisa 31 Desa/Kelurahan lagi, yang belum mendapatkan sentuhan program.
Program ini sejalan dengan spirit pemerintah daerah yaitu, Membangun Ngada dari Desa.

“ Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada juga punya Program Perak, yakni Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Program ini sudah mulai digagas sejak akhir Tahun 2010. Dan diluncurkan Tahun 2011. Jadi, bisa juga dianggap sebagai program replikasi, mendukung program Pemerintah Provinsi NTT. Ada juga program-program pemberdayaan dari Pemerintah Pusat yang kami nilai sejalan,” tambah Sutanto.

Dengan sangat gamblang Sutanto menjelaskan, bahwa Kabupaten Ngada termasuk salah-satu dari empat pemerintah daerah di NTT, yang sudah keluar dari kategori daerah tertinggal. Tiga daerah lainnya adalah Kota Kupang, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Terkait Indeks Pembangunn Manusia pun, Bajawa sempat mengungguli kabupaten lain di NTT.

Semua program pemberdayaan yang ada, mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi NTT hingga Pemerintah Kabupaten Ngada, disebutnya memberi pengaruh terhadap menurunnya angka kemiskinan. Khusus Program Perak sendiri, disebutnya telah menginterfensi 15.955 KK Miskin. Untuk Tahun 2014 saja, Program Perak telah diberikan kepada 5.915 KK Miskin. 5.320 KK Miskin sasaran penerima sisanya, masih menjadi Pekerjaan Rumah yang harus juga dituntaskan.

“ Jika dibandingkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), bisa juga terjadinya penurunan angka kemiskinan yang mencolok. Hingga Tahun 2014, setidaknya BPS, mencatat penurunan angka kemiskinan di Ngada sebesar 10,76 % dari jumlah penduduk. Dalam periode ke dua kepemimpinan pasangan incumbent ini, telah ditetapkan penurunan angka kemiskinan menjadi sebesar 9 % dalam RPJMD kami,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan, ada empat catatan sebagai saran perbaikan program, yakni penting untuk terus dilakukan pelatihan-pelatihan teknis bagi tenaga Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM). Perlu melibatkan dinas-dinas tekhnis di daerah, untuk menghindari double budget/sasaran dan tumpang tindih program. Untuk keberlanjutan program dan pembukaan lapangan kerja baru, diharapkan agar tenaga PKM dapat dimaksimalkan perannya, sebagai Manajer Koperasi. Jika koperasi binaan mereka berhasil, para PKM bisa saja dipekerjakan sebagai Manajer tetap dengan penghasilan sendiri dan juga agar Pemerintah Provinsi terus melakukan fungsi pendampingan.

Prinsipnya, lanjut Sutanto diperlukan komitmen semua pelaku pada tiap jenjang pemerintahan, mulai dari Kepala Desa, para pengurus koperasi, perangkat Kecamatan hingga Pemerintah Pusat.(*/mas)

Comment

Berita Terbaru