by

Sri Tanggul : Koran Tak Lagi Menjadi Penguasa Informasi

KUPANG, Terasntt.com — Wartawan senior RCTI, Sri Tanggul mengatakan, di era digital seperti sekarang, Koran tidak lagi menjadi penguasa tunggal informasi. Sebab banyak pembaca telah berpindah ke media Online.

” Memang online lebih mudah mengakses informasi, murah dan cepat. Di era digital seperti sekarang, suka tidak suka, banyak yang sudah berpindah ke media online, koran tidak lagi menjadi penguasa tunggal informasi,” kata Sri ketika membawakan materi tentang “Jurnalisme di era digital” pada acara media Gathering BPJS Cabang Kupang, di Hotel Neo Aston, Sabtu (20/5/2017).

Ia mengatakan, keberadaan media online yang meyajikan berita dengan sangat cepat, akan menjadi ancaman bagi media cetak.

Menurutnya, kebanyakan Koran saat ini sudah mulai tergerus opla penjualannya. Hal ini karena kehendak zaman. Koran mau tidak mau harus berbenah diri mengikuti alur zaman. Bahkan sejumlah media cetak nasional berencana akan tutup pada tahun 2020.

Kendati demikian, Ia menegaskan, kompetensi Wartawan harus menjadi bekal utama dalam menyajikan berita pada era digital ini.

” Tentunya, kompetensi Wartawan harus benar-benar diutamakan, hal ini penting dalam kaitanñya dengan produk berita nantinya,” ujar Sri.

Sementara, Dion DB putra mengatakan, bahwa saat ini sudah memasuki era digital dan telah dimanjakan oleh internet. Dengan demikian mampu mengubah audiens dari pengguna (Konsumen) menjadi Produsen berita.

” Siap saja, bisa membuat media sendirinya,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, akan berimbas pada produk berita hoax dan tentunya ini menjadi perhatian kita bersama.

Menurutnya, dalam sebuah penelitian, 20 persen berita yang disajikan adalah hoax, terutama informasi kesehatan ada pada urutan pertama, selanjutnya politik, dan dunia hiburan. Untuk itu, Ia mengajak sesama rekan media, bersama – sama memerangi hoax tersebut.

” Ini adalah langkah yang tepat dari BPJS untuk setidaknya mengurangi kasus ini, dan teman-teman media harus bersifat profesional,” lanjutnya.

Dion yang juga Pemred Pos Kupang mengakui, keberadaan media online mengancam media cetak saat ini. Hal itu disadarinya sehingga Pos Kupang telah berbenah diri, bahkan sudah diakses ke online, selain Koran. (raf)

Comment

Berita Terbaru