Home Politik Soal Tender Proyek, Dewan Ingatkan PU-PR Kota

Soal Tender Proyek, Dewan Ingatkan PU-PR Kota

663
0
SHARE
Foto : Rafael L. Pura

KUPANG, Terasntt.com — Ketua Komisi III, DPRD Kota Kupang, Hary Kadja mengingatkan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) harus profesional dalam proses tender proyek. Pasalnya ada isu, bahwa dua paket pembangunan reservoir sudah dilakukan tender.

” Pemenang tender sudah ada, namun dibatalkan dan di lelang ulang. Ini yang harus diperhatikan agar tidak merugikan pihak lain,” kata Kadja di ruang komisi setempat, Jumat (26/8/2017).

Hery Kadja menuturkan, bahwa soal pembangunan reservoir tersebut, berdasarkan informasi yang diperolah dari pemenang tender, bahwa proyek itu harus diberikan kepada pihak ke 2 yang merupakan orang titipan, sehingga dikuatirkan akan hancur pekerjaan tersebut.

“ Untuk itu saya menyampaikan kepada mereka agar mengaturnya dengan baik, dan yang terpenting adalah yang menang tender benara – benar profesional, baik dari segi persyaratan dan dukungan penunjang pelaksanaan pekerjaan secara lengkap,” katanya.

Ia kembali mengingatkan, agar pekerjaan tersebut harus dilakukan oleh pihak yang profesional, sehingga kelak kalau ada masalah, bisa diselesaikan dengan baik dan tidak ada kesan tanpa pengawasan dari Komisi III.

” Mari kita saling menjaga, agar semua proses awal dapat dilakulan secara benar dan sesuai mekanisme yang ada, sehingga,” katanya.

Sementara Djainudin Lonek mengatakan, perlu penjelasan yang terbuka dari Pihak PU mengenai “orang titipan” tersebut, sehingga bisa dapat jawaban yang jelas, kenapa sudah ditetapkan pemenang, namun kemudian dibatalkan.

Demikian juga, Mary Salow, berharap agar Dinas PU-PR Kota Kupang secara transparan melakukan proses pelelangan, dari proses perencanaan hingga tender dan pelelangan dapat dilakukan dengan baik agar semua pekerjaan bisa diselesaiakan tepat waktu.

Mery mengatakan, Dinas PU-PR Kota sebenarnya sudah tahu mekanisme, namun herannya dalam penyerapan anggaran belum maksimal, hingga berdampak pada keterlambatan pelaksanaannya.

” Saya rasa dinas ini sudah tahu mekanisme dalam sebuah pelaksanaan pembangunan, namun mengapa masih ada persoalan,” Kata Mery.

Menurut Merry, berdasakan penjelasan Kepala Dinas PU-PR hingga akhir Agustus tahun 2017, melalui anggaran murni, proregresnya baru mencapai 40 persen. Hal ini dikuatirkan pekerjaan akan mengalami keterlambatan.

” Dengan progres seperti ini, bisa saja pekerjaan akan terlambat, seperti tahun-tahun kemarin, namun diharapkan tidak terjadi seperti itu. Apa lagi pekerjaan yang dilakukan sekarang ini tergesah-gesah,” ujarnya.

Ia mengaku, dengan adanya keterlambatan pekerjaan tersebut, otomastis akan merugikan masyarakat, karena semua biaya pembangunan adalah uang rakyat.

” Dan pastinya harapan rakyat sangat besar akan terselesainya pekerjaan tersebut dengan mutuh yang bagus,” ujar Mery.

Oleh karena itu, pinta Merry Dinas PU-PR seharusnya lebih serius, sehingga tidak ada lagi alasan – alasan klasik keterlambatan pekerjaan.

Hal senada disampaikan anggota lain, Epy Seran, bahwa dengan melihat progres pekerjaan yang dilaporkan, kalau dibandingkam dangan tahun kemarin belum ada prestasi yang membanggakan.

Menurutnya, diperlukan sebuah langkah baru dengan bersinergi dengan Pekerjaan yang ada, karena kondisi dan situasi saat ini, jika tidak ada perubahan, maka akan sangat mengganggu kondisi fisik dan keuangan daerah.

Kepala PU Kota Kupang, Beny Sain saat dikonfirmasi, menganggap semua laporan masyaakat tersebut hanyalah berita bohong (Hoax).

Beny mengaku pihak PU sendiri kaget dengan adanya pelelangan ulang, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan kontraktor dan masyarakat.

Namun, Lanjut Beny, berdasarkan konfirmasi ulang, jawaban yang diberikan adalah pihak rekanan yang sudah lolos tersebut secara Dokumen Administrasi ada kekeliriuan.

“ Soal ini dipengaruhi waktu, sehingga menyangkut titipan, berkaitan lelang ini, ada dirananya ULP. Anggota hanya satu orang dari Dinas PU, lainnya dari Dinas Perumahan dan Tata Ruang Kota. Untuk itu berkaitan titip menitip ini banyak yang terlibat, kami tidak tahu. Tapi herannya soal ditender ulang ,” jelas Beny. (raf)

Berikan Komentar Anda.