oleh

SMAN Adonara Tengah Butuh RKB, Komisi C DPRD Flotim Datangi Dinas P & K Prov NTT

Proses belajar mengajar pada salah satu ruabg darurat SMAN Adonara Tengah

Kupang, teras-ntt.com — Setelah menerima keluhan guru – guru SMAN Adonara Tengah terkait kekurangan ruang belajar siswa, wakil ketua DPRD Flotim Matias W. Enay bersama ketua Komosi C Ignas Uran dan anggota mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Komisi V DPRD NTT. Para wakil raykat ini terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat terkait Ruang Kelas Baru (RKB) untuk SMAN Adonara Tengah.

Wakasek bagian kesiswaan, Aloysius Boli Rimo kepada teras-ntt.com menegaskan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali
menyampaikan keluhan terkait kebutuhan sekolah baik kepada Pemda juga DPRD Flotim.

” Kami meminta DPRD terus kawal aspirasi ini serta meminta Komisi C turun ke sekolah untuk melihat langsung kondisi dari dekat. Soal SMA serahkan ke Pemerintah Provinsi bukan menjadi alasan tetapi ini tanggung jawab kita bersama untuk menyelamatkan orang muda,” kata Boli Rimo.

Sementara kepala sekolah, Maximus Mamung Gesi mengatakan, bahwa tahun 2020 SMAN Adonara Tengah mendapat bantuan dana Rp 300 juta lebih untuk pembangunan WC.

” Tapi itu bukan kebutuhan mendesak. Kebutuhan sekolah saat ini adalah RKB karena siswa mendekati 300 orang sementara ruang belajar tidak mencukupi,. Kami sementara menggunakan ruang darurat dan juga meminjam ruang gedung Paroki Lite,” ujarnya.

Mamung menjelaskan, bahwa beberapa waktu lalu dia bersama ketua komite Elias Riang Tukan dan Camat Adonara Tengah mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi NTT sekaligus menemui anggota DPRD NTT asal Dapil 6 Alex Ofong di Kupang.

” Kami menyampaikan keluhan yang sama dan meminta bantuan RKB. Saat itu dikatakan untuk anggaran 2020 sudah tidak bisa lagi kecuali perubahan anggara. Mereka berjanji kebutuhan RKB itu bisa direalisasikan tapi tahun anggaran 2021,” katanya.

Sementara Alex Ofong, lanjut Mamung berjanji untuk memperjuangkan peningkatan sarana dan prasarana berupa RKB dan Laboratorium.

Demikian juga Thomas Ara salah satu guru di SMAN Adonara Tengah mengatakan, bahwa informasi yang diperoleh dari anggota Dewan Flotim yang berkunjung ke Dinas Pendidikan dan DPRD NTT mereka juga mendapat penjelasan, bahwa dana bantuan tahun 2020 sudah tidak ada sehingga hanya bisa diperjuangkan dalam perubahan anggaran bulan Agustus nanti, itupun tergantung kemampuan keuangan APBD I. Akan tetapi Dinas dan Komisi V itu berjanji akan menganggarkannya pada tahun 2021 dan meminta pihak sekolah segera memasukan proposan sebagai pedoman perjuangan mereka.(m45)

Komentar