oleh

SLB Kota Kupang Terapkan Sitim Belajar Daring & Luring

Kepala sekolah SLB,  Amini

Kupang, teras-ntt.com — Di masa pandemi Covid ini Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Kupang menerapkan proses belajar melalui sistim daring dan luring. Bagi anak tunaetra belajar melalui sitim luring sementara dan tunarungu melalui sistim daring.

” Anak tunanetra biasa mengikuti belajar dengan sistem luring yaitu guru mendatangi rumah murid di rumahnya masing – masing dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan anak tunarungu menggunakan sistem daring, yakni para guru mengajar lewat video call dengan tiap siswanya,” kata Kepala Sekolah SLB Asuhan Kasih Kota Kupang, Amini S.Pd saat ditemui di sekolah tersebut, Rabu (21/10/2020).

Amini mengatakan, bahwa untuk proses belajar mengajar para guru dan orangtua sepakat menggunakan sistem luring dan daring.

” Sistim luring karena tidak semua orangtua mempunyai hp android, bahkan hp biasa pun mereka tidak punya. Banyak belum memiliki hp dan kita tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara sistim daring pihak sekolah membantu para guru dengan pulsa data secara gratis. Dan seminggu sekali khusus bagi orangtua murid yang menggunakan daring menemui wali kelas untuk mengambil dan mengantar tugas.

” Jadi kita semua tetap melaksanakan pembelajaran dengan daring dan luring. Yang tidak efektif adalah pelajaran ketrampilan memang kurang efektif kalau anak tunanetra hanya cuma mendengar, tunarungu cuma bisa melihat. Jadi mereka tunarungu menggunakan video call tetapi kebanyakan juga sitim luring. Kebanyakan banyak murid datang ke rumah karena memang anak – anak berkebutuhan khusus itu paling efektif bertatap muka,” tandasnya.

SLB Kota Kupang

Memang diterapkan sistim daring dan luring tetapi sebagian besar datang ke rumah karena mereka tinggal di asrama dan tidak memiliki hp, lanjutnya.

Walau demikian Amini mengaku sistem daring dan luring berjalan baik selama Covid-19 dan murid kebutuhan khusus dapat memahami apa yang diajarkan guru.(fb).

Komentar

Berita Terbaru