Home Pendidikan Siswa Belajar dari Rumah, Guru Diminta Berinovasi

Siswa Belajar dari Rumah, Guru Diminta Berinovasi

35
0
SHARE

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Lembata, Silvester Samun rapat bersama para kepala sekolah melalui video conference.

Lewoleba, teras-ntt.com — Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI siswa belajar dari rumah mendapat respon positif semua kalangan tanah air. Guru diminta harus kreatif dan inovatif untuk mendidik anak melalui belajar online.

Demikian kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Lembata, Silvester Samun, SH dalam rapat bersama para kepala sekolah jenjang TK, SD dan SMP melalui video conference, Jumad, (17/04/2020) siang.

Saat ini, semua orang menaruh empati dan simpati pada guru yang juga termasuk garda terdepan pemcegahan penyebaran virus corona selain para dokter dan petugas kesehatan lainnya.

Menurut Samun, adanya pandemik covid-19 semua siswa dan guru belajar mengajar dari rumah, maka guru harus mampu berinovasi dan kreatif menghadapi era globalisasi saat ini.

Menindaklanjuti isntruksi Menteri, Bupati Lembata juga menginstruksikan seluruh proses belajar dilakukan di rumah, Ia meminta guru tetap bekerja di rumah. Semua penugasan dan pembelajaran kepada siswa dilakukan secara kreatif dan inovatif dari rumah, bukan berlibur, lanjutnya.

” Para kepala sekolah wajib memantau seluruh kerja guru dan pegawai. Setiap hari harus lakukan absensi online dan wajib di rekap oleh bagian kepegawaian atau Tata Usaha di sekolah. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban guru kepada negara,” terangnya.

Mengenai kelulusan dan kenaikan kelas bagi siswa, lanjut kadis wajib merujuk pads Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 04 tahun 2020.

Video Conference

” UN dan US dibatalkan, dan sekolah memiliki kewenangan untuk memutuskan kelulusan atau kenaikan kelas siswa. Penekanan penilaian bagi peserta didik untuk diluluskan atau pun naik kelas terletak pada penilaian kharakter dan survey kharakter,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Kasubag Keuangan DPKO Kabupaten Lembata, Stanislaus Mado mengatakan, masing -masing satuan pendidikan dapat menggunakan SILPA BOS tahun 2020 untuk pengadaan fasilitas pendukung pencegahan covid-19.

” Semua sekolah harus menyiapkan media tempat cuci tangan umum di depan gerbang sekolah maupun di depan kelas-kelas, tissue, hand sanitizer dan semprotan disinfectan, sehingga saat masuk sekolah bisa digunakan,” jelasnya.

Kebijakan tersebut, katanya berdasarkan Peraturan Bupati Lembata yang telah dikeluarkan pada akhir Mei 2020.(lg)

Berikan Komentar Anda.