oleh

Sikka Kembali Ke Zona Merah Covid-19, Mayestati Minta Pemerintah Batasi Pesta, Perketat Prokes

Kupang, teras-ntt.com — Bisa dibilang penanganan covid-19 di Kabupaten Sikka sebelumnya cukup apik hingga menggapai zona Hijau. Karena keangkuhan manusia dan menganggap zona hijau tersebut sudah aman dan bebas dari covid-19 lalu mengabaikan semua protap termasuk protokol kesehatan hingga akhirnya kini kembali ke zona merah dengan 54 kasus dari transmisi lokal.

Melihat kondisi seperti itu anggota DPRD Sikka Maria A. Mayestati dari fraksi Golkar  kepada wartawan saat dihubungi via ponselnya, Rabu (21/4/2021) meminta pemerintah daerah kembali memperketat pengawasan lewat penerapan protokol kesehatan.

” Memang dengan berbagai bencana yang terjadi di Sikka kami lengah tidak lagi dan juga dana lebih banyak difokuskan untuk bencana sehingga mengabaikan penanganan Covid. Disisi lain juga karena di Sikka sudah zona hijau, semua fasilitas umum sudah mulai dibuka. Beriringan dengan itu juga kesadaran dari masyarakat pupus, artinya kesadaran yang muncul dari masyarakat sendiri itu kurang sekali, ketika diedukasi terus tapi terbukti kembali terjadi kasus positif di kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok beberapa hari lalu,” tandasnya. 

Mayestati menduga kasus ini terjadi ketika memasuki pekan suci semua kegiatan di luar gereja termasuk persiapan perayaan Paskah umat atau masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.

” Saat berada di dalam gereja semua mentaati protokol kesehatan. Tetapi di luar gereja tidak sehingga diduga muncul 54 kasus baru di Kelurahan Nangalimang itu akibat kelalaian dan melanggar protokol kesehatan. Sebagai wakil rakyat tetap mendorong mereka paling tidak untuk mengantisipasi dini,” ujarnya.

Jadi kesimpulannya, bahwa kelemahan kita itu pertama ; pemerintah juga sudah lengah, kalau dari awal Corona itu tim di tingkat RT termasuk Linmas semua melakukan penjagaan ketat. Tetapi istilah saya setelah uang mulai berkurang orang sudah tidak mau jaga lagi, paling yang kita harapkan Pol PP. Pengawasan di masyarakat terus menurun, lanjutnya.

Selain itu Mayestati  meminta khusus karena bertepatan dengan hari Kartini kepada ibu – ibu di Sikka sebagai Kartini dalam profesi apapun agar terus memberikan edukasi terutama dalam keluarga agar tetap mentaati protokol kesehatan.

” Kalau dalam keluarga itu sudah solid, kebiasaan keluar pakai masker dan sebagainya itu akan terbawa terus ketimbang menunggu pemerintah. Dan saya berharap agar masyarakat Kabupaten Sikka tolonglah batasi pesta – pesta termasuk komuni suci. Kalau bisa ditiadakan dulu untuk sementara waktu ini, masyarakat kita kalau namanya pesta tidak berkumpul itu tidak akan mungkin. Untuk itu pemerintah harus lebih tegas lagi,” tandasnya.(mas)

Komentar