Home Internasional Setelah 41 tahun dua sahabat ini baru tahu mereka bayi yang tertukar

Setelah 41 tahun dua sahabat ini baru tahu mereka bayi yang tertukar

3851
0
SHARE
Leon Swanson (kiri) dan David Trait. ©Asia One

Terasntt.com – Kisah berikut ini barangkali mirip cerita sinetron.
Setelah 41 tahun bersahabat, dua warga asli Kanada baru diberitahu dua hari lalu bahwa mereka adalah bayi yang tertukar.

Dalam uji DNA diketahui, mereka masing-masing dibesarkan oleh ibu biologis yang tertukar. Pemerintah setempat membenarkan peristiwa itu.

“Yang telah terjadi adalah kehidupan sudah dicuri,” kata Eric Robinson, pejabat pemerintah setempat urusan warga pribumi kepada wartawan Jumat lalu.

Peristiwa ini adalah kali kedua yang terjadi di Rumah Sakit Indian Norway House di desa berpenduduk 5.000 orang yang terletak di sebelah utara Winnipeg.

Leon Swanson lahir pada 31 Januari 1975 di Norway House dan tiga hari kemudian David Tair Jr lahir di tempat sama.

“Saya ingin jawaban, saya ingin jawaban,” kata Tait kepada wartawan sambil menangis.

“Kami kehabisan kata-kata. Empat puluh tahun hilang, putus asa rasanya, bingung, marah.”

Uji genetik memastikan Tait adalah anak biologis dari Charlotte Mason, perempuan yang membesarkan Swanson.

Swanson saat ini masih menunggu hasil uji coba genetik tapi keluarganya mengatakan mereka yakin dia sudah tertukar ketika bayi.

Dalam kasus yang sama November lalu, Luke Monias dan Norman Barkman dari Garden Hill First Nation mengetahui hasil uji DNA bahwa mereka tertukar ketika baru lahir. Keduanya dilahirkan lima bulan setelah Swanson dan Tait.

Kasus itu memicu Swanson dan keluarganya untuk melakukan uji coba DNA setelah mereka selama ini curiga keduanya telah tertukar karena mereka memiliki sifat yang sama dengan orangtua yang berbeda.

“Tidak bisa lain, ini adalah kasus kriminal,” kata Robinson. “Kita tidak bisa menerima satu kali kesalahan, dan ini dua kali sudah, tidak bisa diterima.”

Menteri Kesehatan Kanada Jane Philpott dalam pernyataannya Jumat mengatakan pihak ketiga akan menyelidiki kasus ini.

“Kasus semacam ini adalah pengingat betapa pentingnya pelayanan kesehatan yang memadai bagi warga pribumi asli Kanada,” kata dia.

Philpott juga menuturkan pemerintah siap menguji DNA seluruh warga desa yang lahir di rumah sakit itu pada 1970-an.

Warga asli Kanada saat ini berjumlah 4,3 persen dari populasi 1,4 juta penduduk. Mereka selama ini mengalami ketimpangan sosial dan ekonomi di antara warga lainnya.
[merdeka/pan]

Berikan Komentar Anda.