by

Sembuh dari Kusta, Ustad Abdul Malik Hadiri Misa Paskah

KEFAMENANU, Terasntt.com —
Tinggalkan sholat magrib, Senin (17/4/2017), Ustad Abdul Malik Al Hafidz dengan pakaian putihnya dan berkopiah khusuk menghadiri misa perayaan Paskah Kedua khusus bagi  penderita kusta dan lepra. Ustad Abdul mengaku sangat senang bisa hadir diantara ratusan umat Katolik dalam gereja St. Theresia Kefamenanu sore itu.

Menurutnya suatu kebanggaan ia bisa bertemu dengan pemimpin agama tertinggi wilayah Keuskupan Atambua, Yang Mulia Mgr. Dominikus Saku, Pr.

Tidak hanya itu, Ustad Abdul juga mengucapkan Puji Tuhan dengan penekanan yang cukup lama di akhir kata yang disampaikannya sambil menjabat dan mencium tangan Uskup Dominikus. Sikap dan ungkapan Ustad Abdul secara spontan ditunjukan di depan ratusan umat usai misa perayaan Paskah penderita kusta.

Semua ungkapan yang mengejutkan umat Katolik di sekitarnya, diikuti penjelasan singkat Ustad Abdul dengan mata berkaca – kaca dan suara yang tersendat. Rupanya selama setahun lebih, dirinya yang juga adalah pasien penderita kusta menginap di Panti Kusta Naob dan dirawat oleh para suster hingga mengalami kesembuhan total.

Hadirnya sang Ustad mengharukan para biarawan dan biarawati katolik. Pasalnya usai misa Ustad Abdul Malik mengatakan ungkapan syukur atas kesembuhan dirinya dari penyakit kusta yang diderita.

Ia juga mengisahkan penderitaanya mengidap penyakit kusta selama setahun dan sembuh total setelah dirawat para biarawati (suster).

” Saya sangat bersyukur karena selama satu tahun lebih berada di Panti Kusta Naob, saya dirawat oleh para suster dengan baik. Perawatan yang diberikan suster kepada saya, melebihi perawatan dari kedua orang tua saya. Dan saya merasakan selama satu tahun, tidur, kesakitan, berteriak berbulan – bulan tapi para suster tetap membimbing saya dengan penuh kesabaran. Mereka, para suster memiliki jiwa yang memuliakan Tuhan”, ungkap Ustad Abdul didampingi Uskup Dominikus, disaksikan ratusan umat.

*Ustad Abdul Malik mengatakan Puji Tuhan, Gembira Menghadiri Misa Paskah*

“Dan sebagai orang muslim, saya ingin katakan bahwa saya sangat bergembira di hari Paskah ini. Saya mendengar bapak Uskup akan hadir di gereja St. Theresia, dan terketuklah hati saya untuk mendatangi gereja St.Theresia menemui beliau walaupun meninggalkan sholat magrib. Saya sangat terkesan sekali akan kehadiran bapak Uskup dan suster Krisanti dari Panti Kusta Naob yang berjuang tulus untuk saya selama setahun di rawat. Saat ini kondisi saya sudah normal kembali. Bersyukur sekali saya sudah sembuh, Puji Tuhan…saya sudah sembuh dan sudah bisa kembali ke keluarga di Niki – Niki kabupaten Timor Tengah Selatan,” kisahnya dengan mata berkaca – kaca.

Sang Ustad yang telah sembuh dari sakit kusta ini mengikuti misa Paskah penderita Kusta, sebagai ungkapan syukur atas kesembuhannya sekaligus menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para biarawan biarawati yang dengan sabar merawatnya hingga sembuh dan bersiap kembali ke kampungnya untuk berkumpul kembali dengan keluarga yang sudah bisa menerimanya.

Uskup Dominikus yang merangkul Ustad Abdul, dengan haru mengungkapkan pentingnya menggalang kesatuan untuk saling memperhatikan karena semua umat hidup sebagai saudara untuk satu dengan yang lainnya.

“Ada beberapa situasi yang mempersatukan kita manusia dalam kebersamaan. Diantaranya kematian. Itu dialami oleh semua orang dan kematian tidak memandang agama, iman kepercayaan seseorang. kedua, kita disatukan dalam penderitaan orang lain, dalam situasi dimana kita mengalami penderitaan, saudara – saudari kita ikut serta didalamnya. Dan kita menggalang kesatuan untuk saling memperhatikan. Kita berterimakasih, karena dalam sejarah seperti ini kita persis mengalami nasib dan kebersamaan bahwa ternyata kita ini bersaudara. Penderitaan, penyakit dan kematian dan semua kesusahan yang dialami manusia mempersatukan kita. Ajaran mungkin memisahkan kita karena ada ajaran tertentu yang harus dipertahankan oleh masing – masing agama, tapi nasib untuk bersama itu mempersatukan kita,” ungkapnya sambil merangkul erat sang Ustad.

Suster Krisanti, PRR yang selama setahun lebih merawat sang Ustad mengaku penyakit yang diderita pasien dari pesantren Darul Quran Niki – Niki sudah sangat gawat.  Namun pasien dengan tekun dan sabar mau menjalani perawatan di panti kusta Naob hingga sembuh.

” Bapak Abdul ini sakitnya tergolong MB yang dalam bahasa awamnya kusta basah. Selama perawatan satu tahun hidup bersama – sama dengan para penderita kusta lainnya di Naob  dan tekun menjalani perawatan kami. Kondisi Ustad saat kami terima itu cukup parah, tidak bisa bergerak, lebih banyak harus ditolong sehingga sempat didampingi istrinya selama tiga bulan. Sekarang bapak Ustad sudah sembuh dan sudah bisa kembali berkumpul bersama keluarganya,” ujar suster Krisanti pada media ini, Rabu (19/04).(dit)

Comment

Berita Terbaru