Home Pendidikan Sekolah Rusak, Komunitas Aman Temui DPRD

Sekolah Rusak, Komunitas Aman Temui DPRD

687
0
SHARE
Foto : Istimewa

OELAMASI, Terasntt.com — Banyak gedung sekolah di wilayah Kabupaten Kupang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Kondisi ini membuat Komunitas Sekolah Aman mendatangi Komisi C, DPRD Kabupaten Kupang untuk menyampaikan keluhan masyarakat dari 10 desa terkait kondisi fisik sekolah, Kamis (13/7/2017).

Kesepuluh komunitas Sekolah Aman tersebut masing – masing dari SDN Oebali Desa Bone, SDN Oelatimo Desa Oelatimo, SDN Oisiloa Kelurahan Tarus, SDN Bileu Desa Nunsaen. SDI Kayu Putih Desa Oesao, SDN Batu Esa Desa Sumlili, SDN Oelii 2 Desa Oematnunu, SDI Raknamo Desa Raknamo, SDN Sufmuti Desa Sufmuti, dan SDN Tatelek Desa Manusak.

Kepada Ketua Komisi C, mereka berharap agar kondisi sekolah mereka yang darurat, juga rusak berat bisa mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang.

Muskanan Fola, ketua komunitas SDN Batu Esa Desa Sumlili menyampaikan, bahwa saat ini tiga ruang kelas di SDN Batu Esa sangat memprihatinkan.

” Tiga ruang kelas ini terbuat dari bahan lokal swadaya masyarakat sendiri. Kalau bisa, sebagai aparat pemerintah setempat juga kami minta diperhatikan. Kadang juga kami kesal pihak dinas datang ukur tetapi tidak bangun juga ini sekolah,” tegasnya.

Menanggapi berbagai keluhan ini Ketua Komisi C, Anton Natun, ST berjanji akan memperjuangkannya melalui dana bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, juga Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Perubahan Tahun 2017 dan 2018.

“ Kalau tahun ini tidak mendapatkan alokasi dari kementerian, kami terutama saya sebagai pimpinan komitmen menganggarkannya dari DAU pada perubahan APBD tahun 2017 dan APBD murni 2018 nanti,” tegas Ketua DPC Hanura Kabupaten Kupang ini.

Komunitas Sekolah Aman wilayah Kabupaten Kupang ini merupakan kelompok dampingan Bengkel APPeK yang didukung YAPPIKA ActionAid Jakarta.

Saat ini, Bengkel APPeK dan YAPPIKA ActionAid Jakarta konsen pada isu pendidikan terutama pemenuhan fasilitas belajar agar proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Aktivitas yang dilakukan saat ini, yakni pengorganisasian komunitas, advokasi kebijakan, riset dan penggalangan kemitraan publik.(raf)

Berikan Komentar Anda.