oleh

Sekolah Ditutup, Siswa dan Orangtua Mengadu ke DPRD Belu

ATAMBUA, Terasntt.com –Penutupan kelas jauh SMAN I Tasifeto Barat di Raimanuk, Kabupaten Belu oleh Dinas PPO menunai masalah. Masyarakat setempat merasa dirugikan dan diabaikan oleh pemerintah daerah.
Akibat penutupan sekolah tersebut belasan orangtua bersama siswa mengadu ke DPRD Belu, Senin (31/8/2015) dan meminta agar sekolah tersebut tidak ditutup karena merugikan anak – anak yang sedang mengenyam pendidikan.
Pada kesempatan itu juga para orangtua menyerahan surat pembebasan lahan untuk pembangunan sekolah itu kepada penjabat bupati dengan harapan segera mengelurkan izin operasionalnya.
Orangtua dan siswa ini diterima,
Ketua DPRD Belu Januaria Awalde Berek bersam anggota dan penjabat Bupati Belu, Welem Foni serta kadis PPO dan pihak terkait di ruang rapat DPRD Belu.
Ketika itu, Foni mengatakan penutupan kelas jauh SMAN I Tasifeto Barat itu semata – mata karena ketiadaan lahan pembangunan gedung sekolah.
” Terima kasih hari ini orangtua telah menyerahkan surat pembebasan lahan dan saya teruskan ke dinas teknis untuk proses lebih lanjut. Jika memenuhi sarat saya berani dalam waktu satu minggu saya keluarkan izin operasional,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Belu, Paulus Samara menegaskan, bahwa sesuai Undang – Undang Dasar 1945, yang mengatur tentang bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan terkait dengan penutupan sekolah ini apa persoalannya.
” Masalahnya dimana, ini semua saya pikir tidak terlepas dari sistem yang kurang baik yang berjalan di dinas PPO, jadi saya minta bapak penjabat bupati harus secepatnya mengeluarkan surat ijin operasional sekolah itu.
Awalde Berek, mengatakan SMA Raimanuk akan tetap di buka, dan secepatnya pemerintah mengeluarkan ijin operasionalnya.
” Saya minta sekolah itu dibuka agar anak – anak kembali mengikuti proses belajar mengajar sambil menunggu izin operasional. Kepada penjabat bupati agar prosesnya dipercepat sehingga tidak merugikan anak – anak,” tegasnya.(Ino)

Komentar