Home Politik Sefrit Nau : Saya Sering Katakan Jangan Tahan Hak Orang

Sefrit Nau : Saya Sering Katakan Jangan Tahan Hak Orang

198
0
SHARE

Anggota DPRD TTS, Sefrit Nau (foto erik sanu)

Soe, terasntt.com — Anggota Komisi IV DPRD TTS, Sefrits ED.Nau mengatakan, pihaknya sering mengatakan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan jangan menahan hak orang. Maksudnya hak guru honor karena Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tergantung pada mereka.

” Saya heran karena masih sering mendengar guru – guru honor di TTS yang mengeluhkan upahnnya terlambat atau tidak dibayarkan dengan berbagai alasan dan sering jadi bahan perbincangan entah itu di warung maupun di jalan – jalan,” kata Nau saat pertemuan bersama Pospera dan Araksi TTS di ruang sidang Banggar DPRD setempat, Senin (13/1/2020).

Menurutnya persoalan keluhan upah guru honor bukan baru sekarang tapi sudah lama dan sering kali terjadi padahal pihaknya selalu mengingatkan pada dinas terkait.

Ia mengatakan salah satu persoalan yang perlu diselesaikan adalah pendistribusian guru yang merata supaya mencegah sekolah – sekolah untuk merekrut tenaga honorer dengan alasan kekurangan guru dan yang tentu berujung pada upah juga.

Pada kesempatan tersebut Araksi dan Pospera mengungkap adanya guru honor di beberapa sekolah di Kabupaten TTS yang haknya tidak terbayar, bahkan beberapa oknum guru honorer ikut dalam pertemun tersebut.

Sementara itu anggota komisi IV Ruba Banunaek mengaku jika sudah menemui Kementerian Pendidikan untuk mengkonfirmasi data guru di kabupaten TTS dan dari data serta kajian, kebutuhan guru yang disampaikan kementerian diketahui bahwa jumlah guru di Kabupaten TTS justru telah melebihi kebutuhan.

” Kita dapati ada sekolah yang mengalami kelebihan guru PNS sedangkan ada yang kekurangan guru PNS dan malah dipenuhi guru honor dan yang jadi persoalan di sini adalah pendistribusian yang tidak merata,” tegasnya.

Untuk itu DPRD mendorong Pemda TTS agar kedepan melakukan pendistribusian guru secara merata.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seperius E. Sipa saat dikonfirmasi melalui ponselnya menyampaikan, bahwa persoalan pembayaran upah guru honor sudah sekesai dan sudah dibayarkan namun masih ada beberapa orang sedang dalam proses.

” Kami himbau dan informasikan agar segera mengurus persyaratan kemudian ke bank untuk dibayarkan. Ini ada yang sementara di bank, semoga sudah melengkapi persyaratan untuk bisa dibayarkan,” tegas Sippa.(sys)

Berikan Komentar Anda.