by

Sambil Menyusui, Korban Pemerkosaan di TTU Hadapi UN SMP

KEFAMENANU, Terasntt.com —
Salah seorang siswi SMP Negeri Satu Atap (Satap) Nunpo, YK asal Desa Haumeni Ana, perbatasan RI – RDTL, terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) dari rumahnya sambil menyusui anaknya. Dia adalah korban Pemerkosaan pamannya Paulus Timo sejak awal tahun 2015 silam.

Atas pertimbangan faktor psikologi dan juga keinginan kuat korban melanjutkan pendidikan, sehingga pihak sekolah berkoordinasi dengan dinas PPO dan kesempatan kepadanya mengikuti UN di rumah sambil mengurus anaknya.

Disaksikan Terasntt.com, sambil memegang pensil di tangan kanannya YK berusaha mengerjakan soal satu demi satu pada lembaran jawaban yang disiapkan panitia.
Tampak sesekali, ia bangkit dari duduknya dan memohon izin pengawas untuk menyusui bayinya yang lagi rewel.

Siswi berusia 16 tahun ini sembari menyusui dan meniduri bayinya, terus berjuang agar bisa menyelesaikan soal ujian tepat waktu hingga akhir UN.

Pantauan Terasntt.com, sebelum pengawas UN mendatangi rumah mereka, orangtua YK terlihat sibuk mempersiapkan kursi dan meja untuk memperlancar jalannya ujian akhir putri mereka.

Kursi dan meja pinjaman dari tetangga disiapkan di ruang depan rumah itu dengan harapan putri mereka nyaman mengikuti ujian. Dan juga tetap terjaganya kerasiaan dokumen negara, sehingga pengawas ujian dari sekolah dan pihak keamanan terus mengawal jalannya ujian tersebut hingga akhir secara dramatis.

Sesekali ibunya YK, Paulina terlihat bergantian menggendong bayi laki – laki yang diberi nama Ardi yang lagi rewel dan menangis.

Sementara ayahnya, Antonio da Cunha tetap duduk menemani pihak keamanan dan kepala sekolah dan sekali – kali mengingatkan YK untuk menyusui bayinya jika menangis.

Dukungan moril dari tetangga dan orangtua sangat besar dan mampu menyemangati YK dalam menghadapi UN dan bertekad agar YK terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara Kepala Sekolah, Joseph Ceunfin, menegaskan, bahwa YK adalah korban kekerasan seksual yang tidak harus dijadikan korban dalam dunia pendidikan.

“Saya ingin anak saya tetap melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Anak saya ini korban dari perbuatan om nya,” tegas ayah YK, Antonio da Cunha di kediaman mereka, Rabu (11/5/2016).

Sambil menunggui anaknya menyelesaikan soal ujian, Antonio dan istrinya secara bergantian menjaga Ardi buah hati YK.

Antonio pun merasa senang, karena pengakuan anaknya YK, bisa menyelesaikan semua soal ujian dengan baik dan cepat.

“Saya senang, menurut YK, dia dapat menyelesaikan soal ujian dengan cepat. Memang kemauan sekolahnya sangat tinggi dan setiap hari di rumah dia mengurus bayinya sambil belajar,” ujar Antonio penuh haru.

Sementara, Joseph Ceunfin, mengisahkan sejak awal ia telah melihat perubahan pada tubuh muridnya. Dan oleh beberapa guru, ia diminta untuk mempertanyakan keadaan YK.

Setelah YK memberi pengakuan yang tentang keadaan dirinya, Ceunfin langsung berkoordinasi dengan Kadis PPO TTU dan memohon kebijakan agar yang bersangkutan tetap mengikuti UN.

” Setelah mendengar cerita langsung dari YK saya, sebagai kepala sekolah langsung mengambil langkah melaporkan ke dinas PPO untuk memohon pertimbangan bapak Kadis. Karena anak ini juga sudah terdaftar sebagai peserta UN 2015 -2016. Anak ini tidak boleh berhenti sekolah. Dia harus selesaikan sekolahnya apapun yang terjadi. Prinsipnya anak ini tidak boleh dikorbankan,” ujar Ceunfin sambil meneteskan air mata.

Untuk diketahui, YK siswi SMPN Satap Nunpo Haumeni Ana merupakan korban perkosaan pamannya sendiri pada tahun 2015 lalu. Akibatnya YK hamil dan melahirkan bayinya pada akhir Februari 2016.

Sementara Proses hukum terhadap pelaku pemerkosa yang adalah pamannya sendiri, Paulus Timo masih terus berlanjut dan yang bersangkutan sementara dalam sel tahanan Mapolres TTU.

Sesuai informasi yang diterima media ini, sebelum YK mengalami tindak kekerasan seksual, dua kali rumah yang ditempati bersama orang tuanya terbakar. Diduga sengaja dibakar oleh pelaku agar keluarga bapak Antonio termasuk korban pindah tinggal bersamanya.

Dan saat tinggal bersama – sama itulah pelaku memanfaatkan kesempatan untuk memperkosa YK berulang kali ketika kedua orantuanya pergi ke kebun hingga hamil.(dit)

Comment

Berita Terbaru