oleh

RSU Kupang Akan Direlokasi

KUPANG, Terasntt.com — Keberadaan RSU Kupang saat ini tidak representatif. Pengunjung semakin banyak, sementara daya tampung terbatas.
” Gedung RSU Kupang sudah tidak mampu menampung pasien, apalagi berhimpitan seperti saat ini. Untuk itu perlu direlokasi dan proses pembebasan tanah sudah berjalan. Saya kepala Dinas Kesehatan yang baru berkoordinasi dengan Direktur RSU untuk menyukseskan rencana relokasi itu. Jika ada yang belum beres segera dibereskan. Intinya pembangunan RSU yang baru itu sangat penting karena perlu pelayanan yang terbaik. Semua orang yang berobat pinginnya sepat sembuh. Gedung yang ada sudah tidak representatif lagi. Dan tahun depan sudah bisa berjalan,” tegas Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya ketika melantik kepala Dinas Kesehatan, Pertambangan dan Energi serta Kaban Kearsipan di ruang rapat Sekda NTT, Selasa (22/9/2015).
Disaksikan ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno dan Sekda, Frans Salem, Lebu Raya mengatakan, sudah saatnya pemerintah memperhatikan relolasi RSU Kupang.
Selain itu, lanjut dia, pelantikan ketiga pejabat masing – masing Kadis Kesehatan dr. Cornelis Kode Mite, Kadis Pertambangan dan Energi, Boni MS dan Kaban Kearsipan, Lambertus Ibi Riti sesuai dengan Undang – Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diseleksi secara obyektif.
” Kita membuka pendaftaran dan pembentukan pansel. Mekanisme ini semua tau dan inilah hasil kerja pansel yang terdiri dari beberapa unsur. Jadi tidak semata – mata ada ditangan gubernur. Dan memilih nilai tertinggi sesuai hasil kerja pansel,” tegasnya.
Dan kepada pejabat yang baru, Lebu Raya merupakan terbaik diantara yang baik.
” Saya minta tunjukan kinerja yang bagus, kerja, kerja dan kerja agar semua program bisa terwujud sesuai harapan,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan, bahwa jangan melihat badan Kearsipan sebagai sebagai tempat buangan tetap badan itu sangat bermanfaat untuk menyelamatkan semua dokumen negara.
Demikian juga, lanjut Lebu Raya, terkai pertambangan masih banyak yang harus dikerjakan.
” Masih terlalu banyak potensi yang masih sulit dieksplorasikan karena berbagai penilaian miring.
Banyak orang tidak percaya dan menilai tambang itu tidak mensejahterakan rakyat. Dan juga banyak masyarakat yang belum menikmati energi listrik,” katanya.(mas)

Komentar