oleh

Realisasi APBD Provinsi NTT , Sebesar 67,32 Persen

KUPANG, Terasntt.com —
Gambaran umum realisasi APBD 2015 hingga 31 Juli sebesar Rp
2,20 triliun lebih atau 67,32 persen dari total anaggaran sebesar Rp 3,28 triliun. Targer anggaran yang ditetapkan ini berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2014.
Demikian pengantar nota keuangan atas rancangan perubahan anggaran, pendapatan dan belanja daerah Propinsi NTT tahun anggaran 2015 yang dibacakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sidang paripirna DPRD NTT, Selasa (1/9/2015).
Dihadapan Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Wakil Ketua Nelson Matara, Gabriel Beri Bina dan anggota serta pimpinan SKPD, Lebu Raya menjelaskan, bahwa gambaran pelaksanaan APBD terdiri dari pendapatan PAD dengan realisasi Rp 540,30 miiar lebih atau 65,11% dari target sebesar Rp 829,81 miliar lebih yang diperoleh dari, pajak daerah sebesar Rp 365,19 persen lebih atau 57,36 % dari traget Rp 636,72 miliar lebih. Juga retribusi daerah sebesar Rp 13,93 miliar lebih atau 40,81 % dari target Rp 34,14 miliar lebih.
Lebih lanjut dia mengatakan, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan realisasi sebesar Rp 71,47 miliar lebih atau 94,33 % dari target Rp 75, 77 miliar lebih dan lain – lain PAD Sebesar Rp 89,70 miliar lebih atau 107,86 % dari target Rp 83,16 miliar lebih.
Lebu Raya mengatakan, realisasi dana perimbangan sebesar Rp 959,96 miliar lebih atau 64,82 dari target Rp 1,48 triliun.
Hal ini lanjut dia terdiri dari bagi hasil pajak dan bukan pajak sebesar Rp 40,29 miliar lebih atau 42,37 % dari target Rp 95,10 miliar lebih. DAU sebesar Rp 866,96 miliar lebih atau 66,67 % dari target Rp 1,30 triliun. DAK sebesar Rp 52,70 miliar lebih atau 61,65 % dari terget Rp 85,49 miliar lebih.
Demikian juga kata Lebu Raya, realisasi lain – lain pendapat daerah yang sah sebesar Rp 709,54 miliar lebih atau 73,01 % dari target 971,81 miliar lebih, dana hibah sebesar Rp 333,72 juta atau 2,95 % dari target Rp 11,32 miliar lebih, juga dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar Rp 706, 87 miliar lebih atau 74,04 % dari target Rp 954,74 miliar lebih. Penerimaan pihak ketiga sebesar Rp 2,33 miliar lebih atau 40,59 % dari target Rp 5,75 miliar lebih.
Sementara realisasi belanja daerah, lanjut Lebu Raya sebesar Rp 1,67 triliun atau 51,01 % dari target Rp 3,28 triliun lebih yang terdiri dari, belanja tidak langsung sebesar Rp. 1,21 miliar lebih atau 59,36 % dari rencana Rp 2,05 triliun lebih, yakn belanja pegawai sebesar Rp 278,01 miliar lebih atau 54,69 % dari rencana Rp 508,38 miliar lebih. Juga belanja hibah sebesar Rp 850,47 miliar lebih atau 73,78 % dari rencana Rp 1,15 triliun lebih. Belanja bantuan sosial sebesar Rp 1,77 miliar lebih atau 6,27 % dari rencana Rp 28,33 miliar dan Belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota dan pemerintah desa sebesar Rp 75,90 miliar lebih atau 23,69 % dari rencana 320,44 miliar lebih
Belanja bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah desa sebesar Rp 11,66 miliar lebih atau 32,46 % dari rencana Rp 39, 90 miliar lebih.
Demikian juga kata Lebu Raya
belanja tak terduga sebesar Rp 1,05 miliar lebih atau 14,04 % dari rencana Rp 7,5 miliar.
Lebu Raya mengatakan, realisasi belanja langsung sebesar Rp 458,86 miliar lebih atau 37,13 % dari rencana Rp 1,23 triliun lebih, yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 40,09 miliar atau 43,31 % dari rencana Rp 92,57 miliar lebih, belanja barang dan jasa sebesar Rp 247,79miliar lebih atau 42,65 % dari rencana Rp 581,06 miliar lebih, belanja modal sebesar Rp 170,98 miliar lebih atau 30,42 % dari rencana Rp 562,13 miliar lebih.
Frans Lebu Raya mengatakan realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 235,54 miliar lebih atau 385,13 % dari target penerimaan sebesar Rp 61,16 miliar lebih yang terdiri dari, dana Silpa tahun sebelumnya sebesar Rp 231,60 miliar lebih atau 430,66 % dari target Rp 53,77 miliar lebih.
Juga penerimaan kembali pemberian pinjaman sebesar Rp 3,93 miliar lebih atau 53,37 % dari target Rp 7,38 miliar lebih. Pengeluaran pembayaran sebesar Rp 53,52 miliar lebih atau 97,85 % dari rencana Rp 54,70 miliar lebih, yakni penyertaan modal Pemda sebesar Rp 50 miliar atau 100 % dari rencana Rp 50 miliar.
Realisasi pemberian pinjaman daerah sebesar Rp 3,52 miliar lebih atau 75,02 % dari rencana 4,70 miliar.(mas)

Komentar