oleh

Puluhan Mahasiswa Di Kupang Kembali Demo Tolak UU Omnibus Law

-Hukrim-10 views

Mahasiswa di Kupang kembali gelar demo tolak UU Omnibus Law

Kupang, teras-ntt.com — Puluhan Mahasiswa di Kupang yang tergabung dalam berbagai elemen organisasi kembali menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law cipta lapangan kerja di Jalan Eltari depan Kantor DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (12/10/2020) sekitar Pukul 11.10 WITA.

Meskipun berlangsung damai, Aksi ini tetap mendapat pengawalan ketat dari puluhan personel kepolisian Daerah (Polda) NTT dan Satpol PP.

Dalam orasinya, massa aksi menyuarakan aspirasi dengan tuntutan menolak dan meminta dicabutnya Undang-Undang Omnibus Law karena dianggap merugikan nasib buruh juga mengatasi Covid-19.

Massa aksi juga membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan hentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat Pubabu yaitu Niko Manao, Daud Selan, Ester Selan dan Damaris Selan serta berikan ganti rugi atas hilangnya sembako dan perabot rumah tangga saat penggusuran oleh Pemprov NTT.

Aksi pun di akhiri dengan pembacaan pernyataan sikap dan tuntutan oleh korlap aksi.

Pantauan teras-ntt.com, nampak aksi ini dipantau oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai kelompok Garuda Kupang NTT yang merupakan gabungan dari aliansi masyarakat Kota Kupang untuk menjaga ketertiban dan mengawasi setiap bentuk aksi demonstrasi agar tidak menimbulkan anarkis yang mana dapat merusak fasilitas umum.

Anggota Garuda Kupang, Dewa Ferdinand saat di konfirmasi wartawan seusai aksi damai mengatakan, bahwa Garuda Kupang merupakan aliansi masyarakat Kota Kupang yang peduli NTT untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta mengawasi agar tidak menimbulkan aksi anarkis yang dapat mengakibatkan fasilitas umum rusak.

Mahasiswa di Kupang kembali gelar demo tolak UU Omnibus Law

“ Jadi, kami hadir disini dari hati. Karena kita datang atas nama masyarakat yang peduli terhadap NTT. NKRI harga mati. Kami tidak mau ada aksi anarkis apalagi merusak fasilitas umum dan meresahkan warga Kota Kupang. Silahkan demo, itu hak yang sudah di atur undang-undang tapi jangan merusak fasilitas umum yang sudah dibangun pemerintah untuk masyarakat,”tegasnya.

Hal senada juga di sampaikan Koordinator Garuda Kupang NTT, Mex Emsinae, bahwa bilamana ada aksi lanjutan, Garuda Kupang NTT akan turun untuk mengawasi.

“ Jadi, sebagai langkah kegiatan yang kami lakukan hari ini adalah awal. Dan bilamana besok ada aksi lagi, saya pastikan, kami dari Garuda Kupang NTT akan turun lebih banyak lagi untuk menjaga agar tidak anarkis saja. Silahkan berdemonstrasi menyuarakan aspirasi kepada pemerintah tapi harus sesuai koridor yaitu tata cara aturan menyampaikan aspirasi di depan publik,”tandasnya.(ran)

.

Komentar

Berita Terbaru