oleh

Puisi Mesra Pelandou Dibacakan Saat Pembukaan Pameran Temporer Museum NTT

Pameran temporer Museum NTT secara virtual

Kupang, teras-ntt.com — Puisi karya sastrawan NTT Mesra Pelandou dibacakan saat pembukaan pameran temporer Museum NTT secara virtual di hamalam depan Museum setempat, Senin (24/8/2020) malam. Pameran bertema “cerita dalam kain” secara virtual ini berlangsung selama enam hari hingga 29 Agustus 2020.

Pameran yang dibuka oleh asisten 3 bidang administrasi Setda NTT, Yohana Lisapali ini dalam rangka memperingati HUT RI ke – 75 yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga pembacaan puisi karya anak NTT Mesra Pelandou berjudul Indonesiaku dan Nusa Tenun Tangan oleh seorang ibu guru SMAN I Kupang Ika Kristian.

Selain itu juga dihadapan Asisten 3 dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi da Para Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala BKD, Para Pemerhati Budaya , Seniman , Kurator serta masyarakat dan tamu undangan lainnya, ditampilkan pula musikalisasi puisi karya Mesra Pelandou berjudul “Si Cantik Sinde” oleh anak-anak Sanggar Sastra Uma Kreatif Inspirasi Mesra (UKIM) sebelum pengguntingan pita oleh Yohana Lisapali.

Pameran secara virtual ini dapat diakses melalui akun Youtube Museum Daerah NTT dan Facebook Museum NTT.

Dalam sambutannya, Yohana Lisapali mengatakan, nafas dari Museum ini adalah pameran. Pameran ini memang temporer sesuai dengan potensi dan saat ini memang tepat sekali UPT mengusung tema “cerita dalam kain” karena memang tenun NTT sangat luar biasa dan berkat kegigighan dari pimpinan kita, yang mewajibkan kita semua untuk memakai tenun karena keindahan kain tenun kita yang luar biasa ini dan kemudian dipromosikan sampai ke luar negeri.

“ Kita bangga bahwa bukan hanya Presiden kita yang berulang kali memakai tenun ikat NTT tapi juga banyak orang dari luar Indonesia yang juga memakai kain tenun kita,” jelasnya.

Lisapali menambahkan pameran ini sangat diperlukan agar bisa dilestarikan dan selebihnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan. Melalui Museum ini, kita bisa mengenal peradaban dari bangsa itu. Segala macam diceritakan dan ada di dalam Museum itu sendiri. Dan memang sudah ada kemajuan tetapi belum maksimal terkait dengan keberadaan Museum ini.

Pameran temporer Museum NTT secara virtual

“Melalui pameran ini, saya berharap menjadi pertimbangan di tahun-tahun yang akan datang untuk menyiapkan bagaimana strategi kita agar bisa mempromosikan ini supaya paling tidak kita semua di NTT bisa mengikuti pameran ini agar lebih tahu cerita dari kain tenun ikat , asal mulanya dengan masing-masing daerah yang mempunyai ragam dan coraknya tersendiri,” ungkapnya.

Usai acara pembukaan, Lisapali bersama pimpinan OPD dan panitia meninjau langsung stand pameran sekaligus mengabadikan beberapa tenun ikat dengan ponselnya.(et)

Komentar

Berita Terbaru