oleh

PT. SMR Serobot Lahan Milik Warga Supul

-Ekbis-10 views

SOE, Terasntt.com – Setelah sebelumnya mendapat sorotan dari pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akibat ulahnya mempekerjakan buruh pada hari minggu, PT. Soe Makmur Resources (SMR) melaksanakan aktifitas penambangan di Desa Supul, Kecamatan Kuatnana Kabupaten TTS, kembali berulah.

Perusahan tambang mangan tersbesar di TTS itu, melakukan penyerobotan lahan milik Soleman Nesimnasi. Pada hal lahan yang diseroboti itu, sebelumnya belum ada kesepakatan antara PT.SMR dengan Soleman Nesimnasi.

Mneyikapi hal itu, Kepala Desa Supul Rista Liunima saat memantau lokasi tambang, Selasa (29/9) mengaku kesal dengan PT. SMR yang menggarap lahan milik Soleman Nesimnasi.

“Saya mendapat laporan dari bapak Nesimnasi bahwa lahannya digarap oleh PT, sehingga saya datang pantau sekalian meminta PT SMR untuk menghentikan sementara, karena lahan itu pernah disengketakan dan Putusan MA Nomor .2229 K/Pdt/2012 mengatakan bahwa lahan tersebut merupakan milik Soleman Nesimnasi, tapi kenapa ketika kita datang lahan itu sudah digarap oleh PT SMR,” katanya.

Selain lahan milik Soleman Nesimnasi saja yang diseroboti ungkap Rista, sebelumnya perusahan itu juga melakukan aktifitas tambang di lokasi warga lainnya yaitu di atas lahan milik Kornelis Betty.

“Saya kesal karena pihak PT SMR telah melakukan aktifitas dilahan warga tanpa meminta persetujuan dari pemilik terlebih dahulu. Memang, PT. SMR telah menemui para pemilik lahan akan tetapi pemilik lahan menolak sehingga rupanya mereka (PT. SMR) memaksakan untuk tambang,”kesal Rista.

Pantauan wartawan saat pemantauan berlangsung, Kades Rista Liunima sempat beradu mulut dengan Community Development PT. SMR, Edi Aritonang, Yusuf Nesimnasi, Stefanus Nesimnasi dan Bernabas Nesimnasi yang saat itu berada di lokasi tersebut.

Saat itu, Rista menanyakan pihak yang meminta mereka melakukan aktifitas tambang di lokasi itu. Saat itu, Edi Aritonang mengungkapkan, pihakya melaksanakan aktifitas tambang di lokasi Soleman Nesimnasi atas perintah Yusuf Nesimnasi, Stefanus Nesimnasi dan Bernabas Nesimnasi.

Ketiga pelaku yang menyerahkan lahan tambang masing-masing Yusuf Nasimnasi, Stefanus Nasimnasi serta Bernabas Nasimnasi yang saat itu berada di lokasi mengklaim bahwa lahan tersebut milik mereka sebagai ahli waris yang sah.

” Iya ini lahan kami, jadi kami yang suruh kerja dan sudah dua hari kerja,”kata Yusuf yang diaminkan oleh Stefanus dan Bernabas dengan anggukan kepala tanpa banyak bicara lagi.

Terhadap pernyataan ketiga pelaku tersebut, Kades Rista kembali meminta PT. SMR agar tidak dengan gegabah melaksanakan aktifitas tambang di atas lahan itu.

Ia menjelaskan, berdasarkan keputusan Putusan MA Nomor .2229 K/Pdt/2012 ditegaskan pemilik yang sah atas lahan itu adalah Soleman Nesimnasi.

“Saya minta untuk tidak terjadi konflik sosial, bisa dihentikan sementara untuk klarifikasi bersama,” kata Rista.

Menanggapi pernyataan Rista tersebut, Community Development PT SMR, Edi Aritonang kembali menyarankan untuk menunggu kuasa Hukum PT SMR, Andreas Siregar untuk memberikan penjelasan.

“Kita tunggu Pak Andreas datang untuk jelaskan karena kita sudah kerja sesuai prosedur,” kata Aritonang.

Selang beberapa saat kemudian, Kuasa Hukum PT .SMR, Andreas Siregar tiba di lokasi tersebut dan menjelaskan bahwa PT SMR akan tetap melaksanakan aktifitas karena memiliki rencana kerja.

“PT akan lanjutkan aktifitas, sedangkan urusan status lahan bukan urusan PT,sebab ada pihak ahliwaris lain yang memperbolehkan untuk kerja,”katanya.

Andreas menambahkan, pihaknya telah melakukan penelusuran dan mendaptkan informasi bahwa lahan yang digarap oleh PT SMR itu bukan milik Soleman Nesimnasi meskipun sudah ada putusan MA.

“Kita telah telusuri kejelasan status tanah ini, jadi hasil penelusuran kita orang lain yang miliki lahan ini, sehingga kita beroperasi,”kata Andreas

Mendengar penjelasan Andreas, Kepala Desa Supul, Rista Liunima meminta pihak PT.SMR bersama ketiga orang yang mengklaim lahan tersebut untuk bertemu dan mengklarifikasi.

“Saya minta agar pihak-pihak baik Soleman Nesimnasi maupun PT.SMR serta Bernabas Nesimnasi, Yusuf Nesimnasi dan Stefanus Nesimnasi untuk bertemu agar bisa klarifikasi bersama, supaya jangan ada gejolak karena saya sebagai kepala desa yang mendapat laporan Soleman Nesimnasi ingin untuk masalah ini diselesaikan dulu sebelum lahan tersebut ditambang oleh PT SMR,” tandas Rista.

Menanggapi permintaan tersebut, PT.SMR dan ketiga orang yang mengklaim lahan tersebut menyanggupinya.(Pal)

Komentar