by

Proyek Jalan Berujung Buntu, Warga Manulai Duga ada Permainan Ketua RT

KUPANG, Terasntt.com — Proyek pembangunan jalan dengan konstruksi lapen di RT. 5/ RW 6, Kelurahan Manulai II berujung buntu. Warga menduga ada permainan ketua RT setempat EB menuju lahan kosong miliknya.

” Pekerjaan jalan ini harusnya melewati pemukiman warga. Ini sengaja dialihkan ketua RT 5 menuju lahan kosong miliknya,” kata Sekretaris RT, Peter Bessie, kepada wartawan di kediamannya, Selasa (15/8/2017).

Peter Besi mengatakan, bahwa kerusakan jalan Asoka III sudah berlangsung sangat lama dan sudah sering diajukan warga pada saat musrembang kelurahan. Akan tetapi ketika permintaan warga dipenuhi oleh pemerintah untuk pembangunan jalan tersebut, tiba – tiba dialihkan dan tidak lagi melintasi jalan itu. Malah pekerjaan dialihkan menuju lahan kosong yang tidak ada rumah sama sekali.

Menurutnya, perbaikan jalan Asoka III merupakan permintaan warga Rt, 05, yang disampaikan pada saat Musrembang Kelurahan, dan permintaan itu sudah sampaikan warga berulang – ulang kali.

Bahkan, Kata Bassie, ketika ada reses DPRD warga juga meminta jalan tersebut diperbaiki. Namun anehnya, saat permintaan itu terkabulkan, pekerjaannya bukan perbaikan jalan rusak itu, malah membuka jalan baru menuju lahan kosong.

Belum lagi, Lanjut Bassie, Ketua Rt 05 meminta warga untuk melakukan swadaya dengan mengumpulkan uang sebanyak Rp. 300 ribu untuk menyewa ekasavator.

” Permintaan ini tentu tidak masuk akal, sebab setiap proyek pekerjaan jalan tidak mungkin masyarakat yang dibebankan, apalgi meminta masyarakat untuk mengumpulkan uang, kalau permintaan untuk memperbaiki jalan yang rusak tidak masalah, tetapi masyarakat diminta swadaya untuk merintis jalan baru menuju lahan kosong yang tidak ada rumahnya” katanya

Oleh karena itu dirinya meminta kepada pihak Dinas PUPR maupun DPRD agar segera bersikap dan proyek itu dialihkan kembali untuk memperbaiki jalan yang rusak.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga lainya, Albinus Kake, Yulius Tanono, bahwa proyek jalan itu sengaja dialihkan, karena permintaan warga untuk memperbaiki jalan Asoka III, dan bukan untuk rintisan jalan baru menuju lahan kosong.

Kerusakan jalan Asoka III, sudah sering kami keluhkan, bahkan ketika ada reses DPRD, Kami sampaikan langsung kepada Wakil Ketua I, DPRD Kota Kupang, Kristian Saeketu Baitanu, dan beliau sudah berjanji akan memperjuangkan aspirasi kami. Tetapi yang terjadi tidak seperti yang kami inginkan.

Keduanya berharap agar pekerjaan jalan rintisan baru dibatalkan, dan pemerintah segera memperbaiki jalan Asoka III yang sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Apalagi sudah banyak warga yang mengalami kecelakaan karena kerusakan jalan tersebut. Terakhir ada seorang warga yang mengalami kecelakaan dan kakinya patah.

Pada tempat berneda, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Kristian Saeketu Baitanu, berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas PUPR soal permintaan warga Kelurahan Mnaulai II.

Menurutnya, soal kerusakan Jalan Asoka III, dirinya sudah banyak mendapat pengaduan, dan usulan perbaikan itu sudah disampaikan dalam paripurna DPRD tentang hasil reses DPRD.

” Tetapi kalau ada pengalihan dirinya belum mengetahui dengan jelas dan ia akan berkoordinasi dengan Pihak dinas PUPR soal pekerjaan jalan di wilayah itu,” ujarnya. (raf)

Comment

Berita Terbaru