Home Pendidikan Prodi Kimia FST Undana Gelar Seminar Sehari

Prodi Kimia FST Undana Gelar Seminar Sehari

131
0
SHARE

Suasana seminar sehari okeh Prodi Kimia FST Undana Kupang

Kupang, teras-ntt.com – Mahasiswa Program Studi Kimia-Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana menggelar Seminar Sehari. Seminar dengan tema,
“Eksistensi Ilmu Kimia dalam upaya pengembangan budaya lahan kering, kepulauan dan Pariwisata NTT di era revolusi industri 4.0″ ini
berlangsung di aula BAAKPSI lama Kampus Undana Penfui, Kupang Sabtu, (14/03/2020).

Seminar sehari menghadirkan 421 peserta dari berbagai Kampus di Kota Kupang.

Seminar tersebut menghadirkan empat pemateri masing – masing Drs. Theodorus Da Cunnha, M.Si dengan materinya Eksistensi Ilmu Kimia Dalam Upaya Pengembangan Budaya Lahan Kering. Philiphi se Rozari S.Si, M.Si, S.Sc,Ph.D yang menyampaikan materi tentang Eksistensi Ilmu Kimia Dalam Kepulauan dan Pariwisata NTT. Yosep Lawa, S.Pd, M.Biotec membawakan materi tentang Sejauh Mana Pemanfaatan Teknologi Kimia Dalam Mendukung Pengembangan Budaya Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata NTT di Era Revolusi 4.0. Serta Umbu Wulang Paranggi, S.Sos dengan materi Motivasi untuk Eksistensi Ilmu Kimia dalam upaya oengembangan budaya Lahan Kering, Kepulauan dan Pariwisata NTT di Era Revolusi Industri 4.0.

“ Tiga tujuan dari Seminar Sehari adalah menambah wawasan dan pengembangan diri bagi mahasiswa, membentuk dan meningkatkan intellectual quantity serta emotional quantity, mengembangkan kemampuan dalam berkompeten,” ungkap Ketua Panitia, Fransiskus Ndarung usai Seminar Sehari.

Ketua Himapro Kimia Muhamad Revandy, dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan ini sebagai respon dari mahasiswa terhadap sumber daya manusia

” Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan Himapro Kimia yang diselenggarakan sebagai bagian dari responsibilitas mahasiswa Prodi Kimia terhadap Sumber Daya Manusia serta relasinya, sehingga melalui kegiatan ini diharapkan dapat membentuk mental, meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosional serta membangun kerja sama segenap civitas akademika,” ungkap Revandy

” Teknologi kimia di lahan kering memiliki kaitan dengan budaya, sedangkan kimia adalah nama yang didatangkan dari luar, namun sebenarnya kimia adalah kita sendiri, kimia adalah tempat dimana kita hidup, makan, minum, segala yang kita butuhkan semua dalam urusan. Itu semua adalah kimia yang sebenarnya” lanjutnya.

Yosep Lawa dalam materinya memaparkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat NTT dalam pengembangan ilmu kimia untuk mendukung upaya pengembangan budaya lahan kering, kepulauan dan pariwisata NTT di era revolusi industri 4.0.

Ia juga menyampaikan tantangan pemanfaatan ilmu kimia dalam upaya pengembangan budaya lahan kering, kepulauan dan pariwisata NTT di era revolusi industri 4.0.

“ Maju terus kimia, jaya terus kimia, kimia itu kita, kimia itu cinta, pendekatannya harus dimulai dari cinta, mulai dari kasih sayang dan kejujuran, maka kimia – kimia itu bukan sesuatu yang sulit, dan kimia tetap eksisis,” ujarnya.(sys)

Berikan Komentar Anda.