Home Hukrim Polisi Pastikan Nitanel Murni Bunuh Diri

Polisi Pastikan Nitanel Murni Bunuh Diri

1084
0
SHARE
Foto : Paul Paparesi

SOE, Terasntt.com — Aparat Kepolisian Polres TTS, Kamis (25/8/2016) kembali menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di ruangan bendahara kantor Perpustakaan dan Kearsipan Darah Kabupaten untuk mengungkap penyebab kematian Dominggus Nitanel Missa. Olah TKP yang di pimpin Kabag OPS Ahmad bersama Kanit Idetifikasi Lorens Jehau dan anggotanya menemukan beberapa barang bukti diantaranya kertas yang ditulis
korban, bahwa dia memilih mengakhiri hidupnya karena punya beban kerja sebagai bendahara yang dianggapnya sulit dikerjakan namun dipaksaan oleh pimpinannya.

Selain itu juga, polisi menemukan sejumlah uang pecahan Rp.100.000 sebanyak 462 lembar, uang pecahan Rp. 20.000 sebanyak 100 lembar, uang Rp. 10.000 sebanyak 100 lembar, uang kertas Rp. 5000 sebanyak 79 lembar, uang kertas pecahan Rp.2000 sebanyak 4 lembar dan Rp.500 serta pecahan Rp.200 logam, hingga totalnya sebanyak Rp. 49. 638.700 dan telah dikembali pihak polisi ke kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah TTS diserta berita acara serah terima untuk digunakan untuk pembiayaan pada kantor tersebut.

Hasil olah TKP tersebut tidak ditemukan hal lain yang mengarah pada adanya unsur lain yang menyebabkan kematian Nitanel Missa.

Kanit Indetifikasi Lorens Jehanu kepada wartawan menjelaskan, bahwa polisi tidak menemukan ada unsur lain yang menyebabkan Nitanel meninggal.
Karena tidak ditemukan adanya unsur lain atau adanya tindakan kekerasan pada korban berdasarkan hasil visum dokter maka polisi menyimpulkan, bahwa Dominggus Nitanel Missa murni gantung diri.

” Setelah kita lakukan visum dan olah TKP tidak menemukan adanya unsur lain yang menyebabkan korban meninggal. Kesimpulan kami korban meninggal, murni gantung diri,” tegasnya.

Dengan kesimpulan tersebut, lanjut Jehau maka penyelidikan dan penyidik atas kasus kematian Nitanel dengan sendirinya ditutup.

” Jadi, kasus ini kita tutup penyelidikan maupun penyidikan, karena korban meninggal murni gantung diri. Kita tidak lanjutkan lagi,”katanya.

Sementara Kepala Badan Perupustakaan Dan Kearsipan Daerah, Agus Benu membantah jika Nitanel memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena ada tekanan dan tidak ada yang membantunya. Korban diangkat sebagai bendahara berdasarkan SK Bupati.

” Dia bendahara memang baru diangkat dengan SK Bupati dan waktu sebelum mengusulkan dia sebagai bendahara kami lakukan rapat dan dia juga hadir bahkan dia menyanggupi untuk menjabat sebagai benadahara. Kami rapat lengkap semua staf hadir. Rapatnya tanggal 23 Desember 2015 lalu,” tegas Benu.

” Sangat tidak sesuai dengan informasi yang beredar di luar bahwa dia ditekan dan tidak ada yang membantunya dalam pengelolaan keuangan itu. Kan ada yang bantu dia ketik namanya ibu Leo dan juga ada Kasubag Keuangan yang bisa membantu dia kalau dalam kesulitan,” tambah Benu.

Sebelumnya diberitakan, diduga stres dengan beban kerja, Dominggus Nitanel Missa (32) bendahara pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kabupaten Timor Tenga Selatan (TTS) nekat mengakhiri hidupnya dengan mengantung diri di dalam ruang kerjanya, Senin (22/8/2016) pagi. Korban ditemukan sudah tak bernyawa oleh satpam setempatt, Lenny Benu dan seorang cleaning service dalam posisi tergantung di balik pintu ruang kerjanya dengan tali rafia melilit pada lehernya.(pol)

Berikan Komentar Anda.