oleh

Polisi Bubar Paksa Pendemo di DPRD NTT

KUPANG, Terasntt.com — Aksi demo yang digelar alumni mahasiswa PGRI NTT selama tiga hari di depan Gedung DPRD NTT, akhirnya dibubar paksa Polisi, Kamis (3/9/2015). Hal ini dilakukan akibat beberapa peserta demo merusak pintu gerbang setempat.
Unjuk rasa pendemo ini berniat untuk aspirasi mereka ke DPRD NTT tentang legalitas ijasah alumni PGRI yang ditandatangani Samuel Haning.
Mereka kesal keran pintuk gebang ditutup hingga tidak bisa menemui anggota DPRD guna menyampaikan keluhan mereka.
Para pendemo berusaha masuk dan mendobrak pintu gerbang sehingga pintu yang gembok itu terbuka.
Melihat aksi brutal itu, anggota Polres Kupang Kota yang mengawasi jalannya aksi demo mengambil sikap dengan membubarkannya.
Mereka yang diamankan langsung dibawa ke Polres Kupang Kota untuk dimintai keterangan.
Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto ketika ditemui di Mapolres Kupang Kota menjelaskan, para pendemo saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD NTT, merusak pintu pagar yang saat itu dalam posisi terkunci.
Melihat kejadian itu, lanjut Kumianto, anggotanya langsung membubarkan para pendemo, dan mengamankan lima orang yang diduga merusak pintu pagar.
“Saat ini lima orang yang diamankan di Mapolres Kupang Kota sedang dimintai keterangannya”, kata dia.
Eben, salah satu alumni PGRI NTT yang juga ikut aksi demo di DPRD NTT ketika ditemui di Mapolres Kupang Kota mengatakan, tujuan mereka melakukan demo di DPRD NTT adalah untuk menyampaikan aspirasi mereka di DPRD NTT. Namun selama dua hari menggelar aksi demo pintu gerbang DPRD NTT selalu dikunci.
“Sebelumnya, hari Senin, tanggal 1 September 2015 kami sudah beraudiens dengan Pimpinan DPRD dan Ketua Komisi V. Waktu itu, DPRD meminta kami bersabar dan menunggu. Itu yang kami tanyakan, tetapi saat datang pintu pagar ditutup”, kata dia.
Menurut Eben, saat ini sebanyak 2.328 orang alumni dari PGRI yang sudah wisuda periode bulan April 2014 dan September 2014 serta bulan Mei 2015 ijasah mereka tidak diakui,” katanya.(mas)

Komentar